Kisah Paman di Tanjung Priok: Bukannya Bantu, tapi Malah Bunuh Keponakan Pakai Bangku

Kisah Paman di Tanjung Priok: Bukannya Bantu, tapi Malah Bunuh Keponakan Pakai Bangku
Foto: VOI : Google
Editor: Admin Teras Viral —Selasa, 27 Februari 2024 14:23 WIB

Terasjabar.Id - Kebanyakan seorang paman biasanya tak segan membantu keponakannya yang membutuhkan sokongan, tak terkecuali soal finansial.

Dalam banyak kesempatan, tak sedikit seorang paman bakal berupaya membuka berbagai jalan demi menolong keponakan yang merupakan bagian dari anggota keluarga.

Sayangnya, kisah tersebut tidak terjadi pada DZ (53) terhadap AZA (15). Bantuan yang diberikan orangtua AZA terhadap DZ malah dibalas dengan perbuatan keji.

DZ justru secara tega membunuh AZA di rumahnya yang terletak di Jalan Cempaka, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (2/2/2024).

Tak hanya membunuh, sang paman juga membakar rumah korban. Para tetangga sempat tak menyangka lantaran mereka menganggap itu kebakaran biasa.

Korban dibunuh saat sedang sendirian

Kanit Reskrim Polsek Tanjung Priok Inspektur Satu (Iptu) Idris mengungkapkan, peristiwa itu bermula ketika pelaku mendatangi rumah orangtua korban.

Saat itu, ternyara AZA sedang berada di rumah sendiri. Melihat AZA sedang belajar, DZ mengambil dan mengayukan kursi ke arah korban.

Kepada polisi, DZ mengaku memukul kepala AZA lima kali hingga korban tidak sadarkan diri. Setelah itu, pelaku sengaja membakar rumah orangtua korban sebagai kamuflase.

"Kemudian (kompor) dinyalakan sehingga bagi dia itu dianggap mengalihkan, bahwa itu (seolah-olah) terjadi kebakaran," ujar dia, Senin (26/2/2024).

Para tetangga yang melihat kepulan asap lantas membantu memadamkan api. Sementara korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Sulianti Saroso.

Hilangkan jejak

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Tanjung Priok Komisaris Nazirwan mengatakan, polisi masih mendalami motif pembunuhan yang dilakukan DZ terhadap keponakannya.

"Tetapi, ada dugaan karena sakit hati karena sering ditagih utang oleh orangtua korban," kata Nazirwan, Senin.

DZ diduga membunuh AZA sebelum membakar rumah korban. Sebab, ditemukan kompor yang sengaja ditaruh di dekat barang mudah terbakar di lokasi kejadian.

"Kebakaran yang dibuat, dikondisikan sebagai pengalih dari tindakan yang sudah dilakukan oleh tersangka," papar dia.

Tetangga korban kemudian melihat kepulan asap di lokasi kejadian. Mereka tak menaruh curiga terhadap DZ lantaran fokus memadamkan api.

Sakit hati ditagih utang

Setelah menangkap DZ, polisi menemukan fakta bahwa pembunuhan dilakukan lantaran pelaku sakit hati dengan orangtua korban kaena terus ditagih utang Rp 300.000.

"Kalau menurut keterangan tersangka, dia ditangih terus utangnya sehingga dia merasakan sakit hati," ujar dia.

Korban diketahui telah meninggal dunia saat berada di rumah sakit. Dia mengalami beberapa luka di kepala dan telinga belakang.

Kini, polisi masih menunggu hasil visum untuk mengetahui luka pada tubuh AZA. Selain itu, polisi masih mendalami motif pembunuhan berencana dalam kasus itu.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Tanjung Priok Komisaris Nazirwan orangtua AZA sedang tak ada di rumah saat insiden terjadi.

Kepada polisi, DZ mengaku memukul kepala AZA lima kali hingga korban tidak sadarkan diri. Pelaku sengaja membakar rumah orangtua korban untuk menutupi kejahatannya.





Sumber : Kompas

kisah paman tanjung priok bunuh keponakan pakai bangku tewas


Loading...