TERASJABAR.ID – Ketua Komisi V DPRD Jabar H. Yomanius Untung, S.Pd., M.M., merasa prihatin atas aksi tak pantas yang dilakukan sejumlah siswa SMAN 1 Purwakarta, yang mengacungkan jari tengah dan perilaku melecehkan lainnya, terhadap gurunya.
“Benar bahwa mereka kesal terhadap guru yang bersangkutan, karena ada perubahan jadwal presentasi pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN), namun itu sama sekali tak boleh menjadi alasan mereka mem-bully gurunya,” tandas H. Untung, kepada media, Minggu (19/4/2026).
Ia juga tak habis pikir mengapa para siswa kemudian berani mem-posting aktivitas tak pantas itu di media sosial. “Mungkin untuk lucu-lucuan, tapi ini juga harus diwaspadai oleh kita semua, terutama para orangtua, agar apa yang ditayangkan di medsos oleh anak-anak kita tak melewati batas,” tegas politisi Partai Golkar dari dapil Sumedang-Majalengka-Subang ini.
Namun demikian, Sekretaris Depidar SOKSI Jabar ini meminta pihak sekolah maupun Disdik Jabar tak mengeluarkan kesembilan siswa yang bermasalah itu. “Cara yang terbaik adalah pembinaan. Itu bisa berupa sanksi menjalankan kegiatan sosial di lingkungan sekolah dan masyarakat. Para siswa juga mungkin perlu mendapatkan pendampingan psikolog serta pengawasan intensif dari guru wali maupun orangtua masing-masing,” katanya.
Dengan demikian, lanjutnya, hak pendidikan para siswa itu tetap dipenuhi, namun dengan dibarengi pembinaan agar perilakunya berubah ke arah yang lebih baik dan tak mengulangi kesalahan serupa di kemudian hari.*

















