TERASJABAR.ID – Bekerja menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia untuk memenuhi berbagai kebutuhan yang terus berkembang.
Jika dahulu kebutuhan utama hanya berkisar pada sandang, pangan, dan papan, kini pekerjaan juga berperan dalam mendukung status sosial, pengembangan diri, hingga menjadi ukuran posisi seseorang di lingkungan masyarakat.
Namun di balik berbagai manfaat tersebut, tekanan kerja yang berlebihan dapat memicu kondisi yang dikenal sebagai burnout.
Burnout merupakan keadaan kelelahan fisik dan mental yang muncul akibat tekanan pekerjaan yang berlangsung terus-menerus.
Kondisi ini terjadi ketika seseorang kehilangan keseimbangan antara tuntutan pekerjaan dan kemampuan tubuh maupun pikiran untuk beristirahat.
Secara fisik, burnout dapat ditandai dengan berbagai keluhan seperti sakit kepala, nyeri otot, penurunan daya tahan tubuh, gangguan pencernaan, hingga jantung berdebar tanpa sebab yang jelas.
Risiko ini sering muncul ketika seseorang mengabaikan batas waktu kerja dan waktu istirahat yang seharusnya menjadi hak pekerja.
Sementara itu, dari sisi mental, burnout dapat memicu kelelahan berkepanjangan meski sudah cukup tidur, gangguan pola tidur, mudah tersinggung, menurunnya motivasi kerja, hingga keinginan untuk menjauh dari lingkungan sosial.
Dalam beberapa kasus, kelelahan mental bahkan muncul lebih dahulu dibandingkan kelelahan fisik.
Para ahli mengingatkan bahwa gejala burnout kerap tidak disadari.
Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menurunkan rasa percaya diri, memicu stres berat, bahkan berujung pada depresi.
Karena itu, mengenali perubahan kondisi diri sejak dini dan mencari bantuan profesional bila diperlukan menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan mental di dunia kerja.-***














