TERASJABAR.ID – Saat melakukan peninjauan ke SMAN 1 Majalengka, Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat H. Yomanius Untung, S.Pd, M.M menegaskan bahwa program Sekolah Manusia Unggul (Maung) harus menjadi momentum transformasi sekolah-sekolah di Jabar menjadi institusi pendidikan yang mampu menghasilkan lulusan unggul dan berdaya saing global, Rabu 13 Mei 2026.
Kunjungan itu dilakukan guna memastikan kesiapan sekolah yang diproyeksikan masuk dalam program unggulan Pemerintah Provinsi Jabar.
Melalui kunjungan tersebut, kata H. Untung, pihaknya ingin memastikan bahwa setiap tahapan pendidikan, mulai dari input siswa hingga proses pembelajaran di kelas, berjalan dengan standar kualitas yang tinggi.
Terlebih, implementasi Sekolah Maung dinilai sebagai langkah serius untuk mewujudkan pemerataan pendidikan yang bermutu.
“Kami tidak mau main-main dengan program ini. Ini bukan urusan politik atau sekadar urusan gubernur, melainkan tanggung jawab moral kami untuk memastikan proses pembelajaran di lingkungan pendidikan benar-benar berkualitas,” ujarnya H. Untung pada Jum at (15/5/2026).
Ia menambahkan, fokus utama harus diarahkan pada penguatan sistem pembelajaran agar sekolah yang diproyeksikan benar-benar menjadi sekolah model yang berintegritas.
Menurutnya, standar yang tinggi harus diterapkan secara menyeluruh tanpa pengecualian. “Proses itu harus terjaga, mulai dari raw material hingga output-nya harus berkualitas. Dengan begitu, lulusannya pun memiliki kualitas yang membanggakan,” imbuhnya.
Program tersebut diharapkan tidak hanya menjadi label atau identitas fisik semata, tetapi juga menjadi motor penggerak bagi sekolah-sekolah lain di Jabar untuk meningkatkan kompetensinya. Keberhasilan program Sekolah Maung diukur dari sejauh mana sistem pendidikan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas siswa secara berkelanjutan, Ujar H. Untung.
Lebih lanjut, H. Untung menjelaskan bahwa program Sekolah Maung juga dipandang sebagai ikhtiar besar Provinsi Jawa Barat dalam menjalankan amanat Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2017 mengenai pemastian pendidikan yang berkualitas, bermutu, dan merata.
Dengan demikian, hak siswa-siswi memperoleh layanan pendidikan terbaik secara merata lebih terjamin.
Upaya itu juga sejalan dengan target jangka panjang untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang kompetitif, baik di tingkat nasional maupun internasional. “Kami berharap, program ini menjadi pilot project bagi sekolah-sekolah lain untuk meningkatkan kompetensinya.
Tujuan besarnya adalah melahirkan sekolah serta siswa-siswi yang benar-benar berkualitas,” kata H. Yomanius Untung, S,Pd, M.M.
















