terasjabar.id
Jumat, 5 Juni 2026
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
No Result
View All Result
terasjabar.id
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
Jumat, 5 Juni 2026
No Result
View All Result
terasjabar.id
No Result
View All Result
Home Opini

Lanjut Usia Yang Sehat, Aktif, Berdaya dan Bermartabat

ehr by ehr
5 Jun 2026 04:45
in Opini
Reading Time: 5 mins read
A A
0
Lanjut Usia Yang Sehat, Aktif, Berdaya dan Bermartabat

Ilustrasi Pasangan Sehat, Aktif, Berdaya dan Bermartabat.

Oleh : Dr, dr. Dodo Suhendar, M.M

TERASJABAR.ID – Jumlah dan proporsi penduduk lanjut usia dari waktu ke waktu semakin bertambah seiring dengan semakin meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan yang ikut berkontribusi terhadap meningkatnya Umur Harapan Hidup (UHH). Proporsi penduduk lanjut usia di Jawa Barat tahun 2025 adalah 11,51 % (sumber : BPS), meningkat sangat pesat jika dibandingkan tahun 2017 (10,05%) dan 7 % pada tahun 2010. Diperkirakan proporsi penduduk lanjut usia di Provinsi Jawa Barat akan meningkat  pada tahun 2035 menjadi sebanyak 16%. Menurut BPS pula,  umur harapan hidup di Jawa Barat adalah : 75,53 tahun. Yang lebih menarik, umur harapan hidup kaum perempuan lebih tinggi, yakni : 78,42 tahun, sedangkan bagi kaum pria, yakni :72,78 tahun. Berbahagialah mereka yang saat ini telah berusia lebih dari 75 tahun, tentunya dalam keadaan sehat, dan masih aktif beraktivitas.

Umur harapan hidup tertinggi di  Kota Bandung (75,78 tahun), sedangkan yang terendah di Kab. Cianjur (75,05 tahun).

Meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia akan mempengaruhi kebijakan pemerintah  dalam berbagai aspek pembangunan, diantaranya aspek tata ruang, penyediaan infrastruktur, pelayanan kesehatan, dan pelayanan sosial. Penduduk kelompok  usia lanjut memerlukan pelayanan kesehatan yang lebih kompleks dibandingkan penduduk usia muda, mengingat munculnya keluhan kesehatan pada lanjut usia lebih banyak, bersifat kronis dan degeneratif.

Birren dan Renner (1977) dalam Prawitasari (1994) melakukan riset psikologi tentang penuaan. Menurutnya, usia manusia dibagi menjadi tiga kelompok usia, yaitu : usia biologis, usia psikologis, dan usia sosial. Usia biologis merupakan estimasi posisi seseorang dalam hubungannya dengan potensi lama hidupnya. Seseorang dianggap muda secara biologis apabila  organ-organ tubuhnya seperti jantung, liver, ginjal, pencernaan tetap berfungsi dengan baik, meskipun sudah ber usia lanjut (tua). Usia psikologis berhubungan dengan kemampuan individu untuk adaptif dalam hal ingatan, belajar, intelegensi, keterampilan, perasaan, motivasi dan emosi. Seseorang yang ingatannya tetap jernih, intelegensinya tidak terganggu, perasaannya stabil, motivasinya tetap tinggi, emosinya sehat, maka orang tersebut secara psikologis dikatakan dewasa. Sedangkan usia sosial menggambarkan peran maupun kebiasaan sosial seseorang dalam hubungannya dengan anggota masyarakat. Seseorang dianggap dewasa  secarasosial apabila orang tersebut mampu berhubungan dengan orang lain, mampu jadi anggota masyarakat dan berperan serta di dalamnya.

Berbagai perubahan fisik yang terjadi pada lanjut usia merupakan hal yang wajar. Kulitnya  yang sudah tidak kencang lagi, otot-ototnya sudah mengendor, organ-organ tubuhnya kurang berfungsi dengan baik yang tentunya akan mempengaruhi kondisi kesehatannya. Menurut Safitri (2018) ,masalah-masalah kesehatan yang sering terjadi pada kelompok lanjut usia berbeda dari orang dewasa yang sering disebut “sindroma geriatric”yaitu kumpulan gejala-gejala mengenai kesehatan yang sering dikeluhkan oleh para lanjut usia, diantaranya yaitu kurang gerak (immobility), mudah jatuh (instability), sering buang air kecil/besar atau beser(incontinence),gangguan intelektual/demensia (intellectual impairment), infeksi (infection), gangguan pendengaran, penglihatan, dan penciuman (impairment of hearing, vision and smell). Seseorang usia lanjut cenderung mengisolasi diri (depression), gangguan nutrisi (malnutrition), tidak memiliki penghasilan (impecunity), rentan menderita penyakit, sperti penyakit kronisdan degeratif akibat pengaruh obat-obatan (iatrogenic), sulit tidur (insomnia), penurunan sistem kekebalan tubuh (immune-defficiency), gangguan fungsi seksual (impotence), dan sulit buangair besar (impaction).

Upaya untuk mensejahterakan para lanjut usia merupakan tanggungjawab bersama, baik Pemerintah, Organisasi lanjut usia (PWRI, PPI, Pepabri, LLI, dll.), Perguruan Tinggi, Lembaga pelayanan publik, masyarakat, keluarga, dan usia lanjut itu sendiri. Pemerintah provinsi Jawa Barat telah memiliki regulasi PERDA nomor : 1 tahun 2023 tentang  “Penyelenggaraan Kesejahteraan Lanjut Usia”. Sayangnya implementasi Kebijakan tersebut belum oprtimal, karena masih minimnya desiminasi informasi regulasi tersebut. Beberapa hal yang perlu diketahui terkalit Perda tersebut adalah :  pasal 3, ayat (2), yang merupakan hak-hak Lanjut Usia, meliputi : a). Pelayanan Keagamaan dan Mental Spiritual, b). Pelayanan Kesehatan, c). Pelayanan Kesempatan Kerja, d). Pelayanan Pendidikan dan Pelatihan, e). Kemudahan dalam penggunaan fasilitas, sarana, dan prasarana umum, f). Kemudahan dalam layanan dan bantuan hukum, g). Perlindungan sosial, h). Bantuan sosial, i). Partisipasi Politik, j). Berkebudayaan, dan k). Administrasi Kependudukan. Untuk merealisasikan kesejahteraan Lanjut Usia, Pemerintah memberikan ruang partisipasi bagi masyarakat dan dunia usaha dalam wadah “Komisi Kesejahteraan Lanjut Usia”. Hal ini memberikan akses yang cukup luas bagi organisasi Lanjut Usia seperti Persatuan Pensiunan Indonesia (PPI) Jawa Barat

untuk mensosialisasikan PERDA Jawa Barat no. 1 tahun 2023, dan menjadi mitra terdepan dalam upaya mewujudkan kesejahteraan bagi Lanjut Usia.

Setiap tanggal 29 Mei kita memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN). Peringatan ini bertujuan untuk memberikan penghormatan, penghargaan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan peran penting para lanjut usia. Tema peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 pada tahun 2026 adalah “Lansia Sehat dan Mandiri untuk Indonesia yang Berdaya”. Sampai saat ini,  masih dijumpai stigma  terhadap lanjut usia (lansia),yakni pandangan atau stereotip negatif yang menganggap Lanjut Usia itu lemah, tidak produktif, dan membebani. Hal ini sering memicu diskriminasi (ageism) yang berdampak langsung pada kesehatan mental, menurunkan harga diri, serta membuat lansia enggan mencari bantuan. Hal ini tentu menjadi menjadi tugas kita bersama untuk meghapus stigma tersebut, sekaligus menampilkan Lanjut Usia yang Sehat, Aktif, Berdaya, dan Bermartabat. PPI Jawa Barat dan PPI Kabupaten/Kota harus bersatu saling memperkuat, untuk mewujudkan Lanjut Usia di Jawa Barat yang lebih sejahtera, dengan parameternya adalah : Lanjut Usia yang Sehat, Aktif, Berdaya, dan Bermartabat. Sinergitas merupakan salah satu kunci untuk mewujudkan Lanjut Usia yang lebih sejahtera. Perlu upaya komunikasi dan silaturahmi dengan Pemerintah dan DPRD setempat, serta melibatkan Dunia Usaha, untuk memperoleh hak-hak Lanjut Usia seperti yang tercantum dalam PERDA.

Salah satu model pemberdayaan Lanjut Usia yang sudah secara aktif dilakukan adalah di negara Jepang. Jepang memberdayakan lansia melalui program yang mengubah pandangan dari “beban” menjadi “aset masyarakat”. Lansia didorong tetap aktif, mandiri, dan berkontribusi secara sosial maupun ekonomi. Dalam suatu kesempatan penulis berkunjung ke Shizouka Jepang, saat sarapan pagi di hotel tempat menginap, yang melayaninya adalah karyawan berusia 70-75 tahun. Jepang membuat kebijakan “Silver Human Resources Center” (SHRC), yakni Program nasional yang memungkinkan warga berusia 60 tahun ke atas untuk tetap

bekerja sesuai kemampuan. Lansia dipekerjakan dalam pekerjaan paruh waktu atau musiman seperti berkebun, kebersihan, atau administrasi, agar tetap aktif dan berpenghasilan. Program lainnya adalah : Program Kota Ramah Lansia (Age-Friendly Cities), Pusat Aktivitas Komunitas (Klub Lansia), dan Program Pertukaran Sosial, Lanjut Usia yang sehat membantu Lanjut Usia yang lemah. Program-program ini didorong oleh pendekatan budaya lokal seperti “no-meiwaku” (tidak merepotkan orang lain) yang memotivasi lansia untuk mandiri dan produktif. Tentu saja kita di Jawa Barat bisa mengadopsi program-program tersebut dengan modifikasi yang  dilandasi semangat “Silih Asih, Silih Asah, dan Silih Asuh”. Disamping itu, Lanjut Usia di Jawa Barat harus menjadi suri tauladan di keluarganya, menjadi contoh untuk anak-anak dan cucu-cucunya, pemberi nasehat yang menyejukkan, pemberi motivasi yang menggerakkan, dan bisa jadi sahabat tempat menyampaikan curahan hati bagi anggota keluarganya. Sebagai umat beragama, Lanjut Usia di Jawa Barat harus mulai menyiapkan bekalnya untuk kehidupan di masa yang akan datang yang kekal. Berbagai kegiatan Keagamaan dan Sosial perlu dikemas yang lebih menarik dan menyenangkan, seperti “Pesantren Lansia”, sebagai salah satu cara untuk menggapai “Husnul Khotimah”

Melalui momentum peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) taun 2026, mari kita bergandeng tangan, bertaut pemikiran, dan sinergi potensi untuk mewujudkan Lanjut Usia di Jawa Barat yang lebih sejahtera. Kita berharap kalau berobat ke Rumah Sakit tidak harus mengantri, mendapatkan fasilitasi transportasi khusus Lanjut Usia secara gratis, bisa berinteraksi di “Taman Lansia” lengkap dengan Café makanan jadulnya, bisa diberdayakan kembali untuk mengajar, konsultan, dapat potongan harga jika naik kereta api, dan fasilitasi-fasilitasi lainnya yang harus kita perjuangkan bersama-sama. Semoga PPI Jawa Barat bersama organisasi Lanjut Usia lainnya menjadi lokomotif yang membawa kesejahteraan yang lebih baik bagi Lanjut Usia di Jawa Barat.(**)

ADVERTISEMENT
Dr. dr Dodo Suhendar M.M
Dr. dr Dodo Suhendar M.M

Ruang Inspirasi…Bandung, 05 Juni 2026

RELATED POSTS

Nutrisi Seimbang Jadi Kunci Kehamilan Sehat dan Janin Optimal

Tips Hidup Sehat agar Tubuh Tetap Bugar Setiap Hari, Gampang!

Sehat Itu Mahal, Ini Cara Menjaga Tubuh Tetap Bugar

Ramuan Herbal untuk Jantung Sehat, Ini Daftar Tumbuhannya

Nikmat dan Sehat, Ini Manfaat Bubur Kacang Merah

Dr. dr. Dodo Suhendar, MM adalah Wakil Ketua 1 PPI Jawa Barat. Tinggal di Margahayu Raya, Bandung. Pernah bertugas sebagai Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Dinas Sosial  Jawa Barat.

 

 

Tags: AktifbermartabatLanjut UsiaSehat
ShareTweetSend

Related Posts

Nutrisi Seimbang Jadi Kunci Kehamilan Sehat dan Janin Optimal
Kesehatan

Nutrisi Seimbang Jadi Kunci Kehamilan Sehat dan Janin Optimal

5 Jun 2026 05:18
Tips Hidup Sehat agar Tubuh Tetap Bugar Setiap Hari, Gampang!
Kesehatan

Tips Hidup Sehat agar Tubuh Tetap Bugar Setiap Hari, Gampang!

3 Jun 2026 13:00
Sehat Itu Mahal, Ini Cara Menjaga Tubuh Tetap Bugar
Kesehatan

Sehat Itu Mahal, Ini Cara Menjaga Tubuh Tetap Bugar

25 Mei 2026 22:46
Ramuan Herbal untuk Jantung Sehat, Ini Daftar Tumbuhannya
Lifestyle

Ramuan Herbal untuk Jantung Sehat, Ini Daftar Tumbuhannya

7 Mei 2026 09:03
Nikmat dan Sehat, Ini Manfaat Bubur Kacang Merah
Lifestyle

Nikmat dan Sehat, Ini Manfaat Bubur Kacang Merah

5 Apr 2026 14:33
Ingin Makan Nasi Lebih Sehat? Kenali Multi Grain Rice
Lifestyle

Ingin Makan Nasi Lebih Sehat? Kenali Multi Grain Rice

4 Apr 2026 14:02
Next Post
Nutrisi Seimbang Jadi Kunci Kehamilan Sehat dan Janin Optimal

Nutrisi Seimbang Jadi Kunci Kehamilan Sehat dan Janin Optimal

Sering Kesemutan? Jangan Anggap Remeh, Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius

Sering Kesemutan? Jangan Anggap Remeh, Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejaksaan Pukul 4 Subuh dari Rumahnya

Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejaksaan Pukul 4 Subuh dari Rumahnya

3 Jun 2026 11:30
Gaji 3,5 Juta! PT Jaya Utama Perkasa Bandung Buka Loker Admin Produksi

Gaji 3,5 Juta! PT Jaya Utama Perkasa Bandung Buka Loker Admin Produksi

30 Mei 2026 16:19
PT Indonesia HFS Packaging Bandung Buka Loker Posisi Admin Gudang, Ini Syaratnya

PT Indonesia HFS Packaging Bandung Buka Loker Posisi Admin Gudang, Ini Syaratnya

28 Mei 2026 16:24
Buat Lulusan SMA SMK! Mixue Alun-Alun Ciparay Bandung Buka Loker Crew

Buat Lulusan SMA SMK! Mixue Alun-Alun Ciparay Bandung Buka Loker Crew

30 Mei 2026 16:40
Burnout dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental di Dunia Kerja

Burnout dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental di Dunia Kerja

0
Sering Kesemutan? Jangan Anggap Remeh, Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius

Sering Kesemutan? Jangan Anggap Remeh, Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius

0
Nutrisi Seimbang Jadi Kunci Kehamilan Sehat dan Janin Optimal

Nutrisi Seimbang Jadi Kunci Kehamilan Sehat dan Janin Optimal

0
Lanjut Usia Yang Sehat, Aktif, Berdaya dan Bermartabat

Lanjut Usia Yang Sehat, Aktif, Berdaya dan Bermartabat

0
Burnout dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental di Dunia Kerja

Burnout dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental di Dunia Kerja

5 Jun 2026 05:51
Sering Kesemutan? Jangan Anggap Remeh, Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius

Sering Kesemutan? Jangan Anggap Remeh, Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius

5 Jun 2026 05:34
Nutrisi Seimbang Jadi Kunci Kehamilan Sehat dan Janin Optimal

Nutrisi Seimbang Jadi Kunci Kehamilan Sehat dan Janin Optimal

5 Jun 2026 05:18
Lanjut Usia Yang Sehat, Aktif, Berdaya dan Bermartabat

Lanjut Usia Yang Sehat, Aktif, Berdaya dan Bermartabat

5 Jun 2026 04:45

Teras Arsip

  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Sertifikat JMSI
Hubungi Kami : [email protected]

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Opini
  • Indeks Berita

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.