TERASJABAR.ID – Ketegangan geopolitik di berbagai belahan dunia mulai berdampak pada sektor energi global, termasuk berpotensi memengaruhi ketersediaan dan harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia.
Konflik yang melibatkan negara seperti Iran, Israel, dan Amerika Serikat dianggap bisa mengganggu rantai pasok energi secara internasional.
Efek yang dirasakan tidak hanya di Timur Tengah, tetapi juga di berbagai negara konsumen, termasuk Indonesia.
Menanggapi hal ini, anggota Komisi VI DPR RI, Achmad, mengingatkan pemerintah untuk memastikan ketersediaan BBM tetap terjaga, terutama menjelang musim mudik yang menjadi tradisi masyarakat Indonesia setiap tahunnya.
Ia menjelaskan bahwa ketegangan geopolitik dapat memicu kenaikan harga minyak dunia karena pasokan energi berkurang sementara permintaan meningkat.
Saat ini, harga minyak sudah melampaui 100 dolar AS per barel.
Achmad menekankan pentingnya pemerintah menjaga cadangan energi nasional agar distribusi BBM tetap lancar dan mobilitas masyarakat tidak terganggu.
Ia berharap kementerian terkait mengambil langkah cepat untuk menjaga stabilitas pasokan, terutama menjelang liburan dan arus mudik.
Menurutnya, menjaga stok BBM adalah upaya strategis agar tradisi mudik tetap berjalan lancar dan masyarakat dapat bepergian tanpa hambatan, meski situasi global sedang tidak menentu.-***
















