TERASJABAR.ID – Iran dilaporkan menawarkan langkah untuk mengakhiri kendalinya atas Selat Hormuz tanpa memasukkan isu program nuklir dalam pembahasan.
Informasi ini disampaikan oleh dua pejabat kawasan yang mengetahui isi proposal tersebut pada Senin.
Tawaran itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik serta upaya diplomasi yang terus berlangsung.
Di saat yang sama, Menteri Luar Negeri Iran melakukan kunjungan ke Rusia.
Kunjungan tersebut disebut sebagai kesempatan untuk berkonsultasi dengan Moskow terkait konflik yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat.
Langkah ini menunjukkan adanya koordinasi strategis di tengah situasi kawasan yang semakin kompleks.
Selain itu, Iran juga mengajukan permintaan agar Amerika Serikat menghentikan blokade ekonomi terhadap negaranya sebagai bagian dari kesepakatan.
Kedua pejabat yang enggan disebutkan namanya itu menyatakan bahwa proposal tersebut disampaikan melalui Pakistan kepada pihak Amerika Serikat, sebagai jalur komunikasi tidak langsung.
Namun, usulan ini diperkirakan tidak akan mendapat dukungan dari Presiden Donald Trump.
Ia diketahui menginginkan penyelesaian yang lebih luas, termasuk penghentian program nuklir Iran, sebagai syarat utama untuk membuka kembali akses di Selat Hormuz serta mewujudkan gencatan senjata permanen.
Trump menegaskan bahwa pihaknya memegang kendali penuh dalam situasi tersebut dan menyatakan Iran dapat menghubungi Amerika Serikat jika ingin melanjutkan pembicaraan.-***

















