TERASJABAR.ID – Sekretaris pers Donald Trump, Karoline Leavitt, menuding Partai Demokrat serta sejumlah jurnalis sebagai pihak yang turut memicu iklim kekerasan politik setelah insiden serangan pada acara Asosiasi Koresponden Gedung Putih.
Ia menyampaikan bahwa presiden menjadi figur yang paling sering menjadi sasaran ancaman dan kekerasan dalam beberapa tahun terakhir.
“Tidak ada seorang pun dalam beberapa tahun terakhir yang menghadapi lebih banyak peluru dan kekerasan daripada Presiden Trump.
Kekerasan politik ini berakar dari demonisasi sistematis terhadap dirinya dan para pendukungnya oleh para komentator, ya, oleh anggota terpilih dari Partai Demokrat dan bahkan beberapa di media,” kata Leavitt.
Ia menilai situasi tersebut tidak terlepas dari narasi yang terus dibangun oleh lawan politik Trump, termasuk anggota parlemen dari Partai Demokrat dan media.
Menurutnya, kritik yang disampaikan telah berkembang menjadi serangan retoris yang berlebihan dan berulang, sehingga menciptakan suasana yang mendorong tindakan kekerasan.
Ia menegaskan bahwa selama lebih dari satu dekade, Trump dan para pendukungnya kerap menjadi target pernyataan yang dianggap penuh kebencian.
Retorika tersebut, kata Leavitt, secara tidak langsung melegitimasi tindakan agresif dan memperburuk kondisi politik yang sudah tegang.
Lebih lanjut, ia menyoroti tudingan yang kerap dilontarkan terhadap Trump, seperti pelabelan sebagai figur otoriter atau ancaman bagi demokrasi, bahkan hingga perbandingan dengan tokoh sejarah kontroversial.
Leavitt menilai narasi semacam itu dimanfaatkan untuk kepentingan politik, namun pada saat yang sama berpotensi memperkeruh situasi dan meningkatkan risiko kekerasan di ruang publik.-***














