terasjabar.id
Minggu, 17 Mei 2026
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
No Result
View All Result
terasjabar.id
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
Minggu, 17 Mei 2026
No Result
View All Result
terasjabar.id
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Waspadai Campak pada Anak dan Dewasa, Ini Penjelasannya

Eka Purwanto by Eka Purwanto
17 Mei 2026 11:05
in Kesehatan
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Waspadai Campak pada Anak dan Dewasa, Ini Penjelasannya

Mengenal Campak: Penyebab, Gejala, dan Cara Pencegahannya. (biofarma.co.id)

TERASJABAR.ID – Campak adalah penyakit menular akibat infeksi virus yang ditandai dengan demam tinggi, nyeri tenggorokan, serta ruam merah pada kulit.

Penyakit ini biasanya diawali dengan infeksi pada saluran pernapasan, lalu menyebar ke seluruh tubuh.

Penularan campak terjadi melalui percikan air liur atau droplet dari penderita saat batuk, bersin, maupun berbicara.

Virus dapat masuk melalui hidung atau mulut sehingga penyebarannya berlangsung sangat mudah.

Meski lebih sering menyerang anak-anak, campak pada orang dewasa juga dapat terjadi, terutama pada mereka yang belum menerima vaksin lengkap atau memiliki sistem imun yang lemah.

Penyebab Campak

Campak disebabkan oleh virus dari kelompok Morbillivirus. Virus ini menyebar melalui percikan ludah dari penderita ketika batuk, bersin, atau berbicara.

Selain itu, penularan juga bisa terjadi saat seseorang menyentuh benda yang telah terkontaminasi virus, kemudian menyentuh area hidung atau mulut.

Beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko terkena campak antara lain:

Bayi yang belum cukup usia untuk menerima vaksin
Belum mendapatkan vaksin campak atau vaksin MMR secara lengkap
Tinggal serumah atau merawat penderita campak
Memiliki daya tahan tubuh rendah akibat penyakit tertentu, seperti HIV/AIDS atau kanker
Gejala Campak

Gejala campak umumnya muncul sekitar 7–14 hari setelah terpapar virus. Pada tahap awal, keluhan sering menyerupai gejala flu.

Beberapa gejala campak yang sering muncul meliputi:

Demam
Tubuh terasa lemas
Pilek atau hidung tersumbat
Batuk kering
Diare
Muntah
Nafsu makan menurun
Mata merah, berair, dan sensitif terhadap cahaya
Bercak putih di dalam mulut

Beberapa hari setelah gejala awal, ruam merah biasanya mulai muncul di wajah dan leher sebelum menyebar ke hampir seluruh tubuh. Pada awalnya ruam berbentuk bintik kecil, lalu dapat menyatu menjadi ruam yang lebih besar.

ADVERTISEMENT

Ruam campak biasanya bertahan selama lima hingga tujuh hari sebelum perlahan memudar.

Campak pada Orang Dewasa

Walaupun identik dengan penyakit anak-anak, campak juga bisa menyerang orang dewasa. Risiko infeksi lebih tinggi pada orang yang belum pernah mendapatkan vaksin campak atau belum memiliki kekebalan terhadap virus tersebut.

Pada orang dewasa, campak terkadang menimbulkan gejala yang lebih berat dibandingkan pada anak-anak. Karena itu, vaksinasi tetap penting dilakukan sebagai langkah pencegahan.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan diri ke tenaga medis apabila mengalami gejala campak agar penanganan dapat dilakukan lebih awal dan risiko komplikasi dapat ditekan.

Ibu hamil juga dianjurkan segera memeriksakan diri jika pernah kontak dengan penderita campak atau mengalami gejala yang mengarah pada penyakit tersebut.

Infeksi campak saat hamil dapat meningkatkan risiko persalinan prematur, bayi lahir dengan berat badan rendah, hingga keguguran.

Pengobatan Campak

Sebagian besar kasus campak dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari. Meski demikian, perawatan tetap diperlukan untuk membantu mengurangi gejala.

Beberapa langkah yang dapat membantu pemulihan antara lain:

Memperbanyak konsumsi air putih agar tidak dehidrasi
Memberikan ASI yang cukup pada bayi
Menggunakan obat penurun demam sesuai anjuran dokter
Beristirahat yang cukup
Mengonsumsi makanan bergizi dan mudah ditelan
Menggunakan obat batuk bila diperlukan
Mengompres mata dengan air hangat jika mata merah dan berair
Mengonsumsi vitamin A sesuai saran dokter

Bagi orang yang belum pernah menerima vaksin campak, imunisasi dapat diberikan dalam waktu 72 jam setelah terpapar virus untuk membantu mengurangi tingkat keparahan gejala.

Sementara itu, pada bayi, ibu hamil, atau penderita dengan sistem imun lemah, dokter dapat memberikan suntikan antibodi untuk menurunkan risiko komplikasi berat.

RELATED POSTS

200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Menkomdigi: Masyarakat Harus Jadi Benteng Utama Pencegahan

Jabar Perkuat Kolaborasi Lintas Lembaga untuk Perlindungan Perempuan dan Anak

Kemenkes Luncurkan Konsorsium 1.000 HPK, Jamin Awal Kehidupan Terbaik bagi 84 Juta Anak Indonesia

BNPT Dukung Penuh Kemkomdigi: PP TUNAS Benteng Perlindungan Anak dari Radikalisme Digital

“Anak Cermin Orang Tua”(Kualitas Pengasuhan Berawal dari Kualitas Hubungan Suami Istri)

Komplikasi Campak

Sebagian besar penderita campak dapat sembuh tanpa masalah serius. Namun pada kondisi tertentu, terutama pada orang dengan imunitas rendah, campak dapat menyebabkan komplikasi.

Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi meliputi:

Dehidrasi akibat diare dan muntah
Infeksi telinga yang dapat memicu gangguan pendengaran
Peradangan pita suara atau laringitis
Pneumonia
Kebutaan
Kejang akibat demam tinggi

Dalam kasus yang jarang, campak juga dapat memicu komplikasi serius seperti radang otak (ensefalitis), hepatitis, radang selaput jantung (perikarditis), hingga gangguan pembekuan darah.

Cara Mencegah Campak

Pencegahan paling efektif terhadap campak adalah melalui vaksinasi campak atau vaksin MR/MMR.

Imunisasi campak umumnya diberikan mulai usia 9 bulan. Setelah itu, vaksin MR atau MMR dapat diberikan kembali pada usia 12–18 bulan dan diulang saat anak berusia 5–7 tahun.

Orang dewasa yang belum pernah menerima vaksin campak juga dianjurkan mendapatkan dua dosis vaksin dengan jarak sekitar 28 hari.

Bagi wanita yang berencana hamil, vaksin MR atau MMR sebaiknya diberikan minimal satu bulan sebelum kehamilan karena vaksin ini tidak disarankan selama masa kehamilan.-***

Tags: AnakCampakDewasa
ShareTweetSend

Related Posts

200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Menkomdigi: Masyarakat Harus Jadi Benteng Utama Pencegahan
News

200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Menkomdigi: Masyarakat Harus Jadi Benteng Utama Pencegahan

14 Mei 2026 13:40
Jabar Perkuat Kolaborasi Lintas Lembaga untuk Perlindungan Perempuan dan Anak
News

Jabar Perkuat Kolaborasi Lintas Lembaga untuk Perlindungan Perempuan dan Anak

4 Mei 2026 09:31
Kemenkes Luncurkan Konsorsium 1.000 HPK, Jamin Awal Kehidupan Terbaik bagi 84 Juta Anak Indonesia
News

Kemenkes Luncurkan Konsorsium 1.000 HPK, Jamin Awal Kehidupan Terbaik bagi 84 Juta Anak Indonesia

1 Mei 2026 15:43
BNPT Dukung Penuh Kemkomdigi: PP TUNAS Benteng Perlindungan Anak dari Radikalisme Digital
News

BNPT Dukung Penuh Kemkomdigi: PP TUNAS Benteng Perlindungan Anak dari Radikalisme Digital

1 Mei 2026 14:24
“Anak Cermin Orang Tua”(Kualitas Pengasuhan Berawal dari Kualitas Hubungan Suami Istri)
Opini

“Anak Cermin Orang Tua”(Kualitas Pengasuhan Berawal dari Kualitas Hubungan Suami Istri)

29 Apr 2026 10:14
Benarkah Makanan Manis Picu Diabetes pada Anak?
Lifestyle

Benarkah Makanan Manis Picu Diabetes pada Anak?

25 Apr 2026 06:03
Next Post
Cara Alami Menjaga Hormon Tetap Stabil melalui Pola Makan

Cara Alami Menjaga Hormon Tetap Stabil melalui Pola Makan

Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda “Lembur Diurus Kota Ditata”

Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda "Lembur Diurus Kota Ditata"

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Info Loker BUMN: KAI Properti Buka Lowongan buat Lulusan SMA SMK

Info Loker BUMN: KAI Properti Buka Lowongan buat Lulusan SMA SMK

13 Mei 2026 17:32
7 POSISI! PT Ceres Bandung Buka Loker Terbaru, Ini Link Daftarnya

7 POSISI! PT Ceres Bandung Buka Loker Terbaru, Ini Link Daftarnya

16 Mei 2026 16:28
Gaji 4,5 Juta! PT Emas Murni Abadi Bandung Buka Loker Staff Gudang

Gaji 4,5 Juta! PT Emas Murni Abadi Bandung Buka Loker Staff Gudang

14 Mei 2026 16:33
Buat Lulusan SMA SMK! Indomaret Bandung Buka Loker Teranyar

Buat Lulusan SMA SMK! Indomaret Bandung Buka Loker Teranyar

13 Mei 2026 17:18
Info Loker BUMN: KAI Properti Buka Lowongan buat Lulusan SMA SMK

Info Loker BUMN: KAI Properti Buka Lowongan buat Lulusan SMA SMK

2
Buat Lulusan SMA SMK! Indomaret Bandung Buka Loker Teranyar

Buat Lulusan SMA SMK! Indomaret Bandung Buka Loker Teranyar

1
Uji RoboBus Tanpa Supir di Masjid Quba

Uji RoboBus Tanpa Supir di Masjid Quba

0
Satresnarkoba Polres Garut Bekuk MI Pengedar Sabu, 31 Paket Siap Edar Berhasil Diamankan

Satresnarkoba Polres Garut Bekuk MI Pengedar Sabu, 31 Paket Siap Edar Berhasil Diamankan

0
Uji RoboBus Tanpa Supir di Masjid Quba

Uji RoboBus Tanpa Supir di Masjid Quba

17 Mei 2026 12:03
HATI-HATI! Ini Makanan Penyebab Gagal Ginjal yang Jarang Diketahui

HATI-HATI! Ini Makanan Penyebab Gagal Ginjal yang Jarang Diketahui

17 Mei 2026 12:00
Satresnarkoba Polres Garut Bekuk MI Pengedar Sabu, 31 Paket Siap Edar Berhasil Diamankan

Satresnarkoba Polres Garut Bekuk MI Pengedar Sabu, 31 Paket Siap Edar Berhasil Diamankan

17 Mei 2026 11:54
Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda “Lembur Diurus Kota Ditata”

Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda “Lembur Diurus Kota Ditata”

17 Mei 2026 11:49

Teras Arsip

  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Sertifikat JMSI
Hubungi Kami : [email protected]

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Opini
  • Indeks Berita

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.