TERASJABAR.ID – Campak adalah penyakit menular akibat infeksi virus yang ditandai dengan demam tinggi, nyeri tenggorokan, serta ruam merah pada kulit.
Penyakit ini biasanya diawali dengan infeksi pada saluran pernapasan, lalu menyebar ke seluruh tubuh.
Penularan campak terjadi melalui percikan air liur atau droplet dari penderita saat batuk, bersin, maupun berbicara.
Virus dapat masuk melalui hidung atau mulut sehingga penyebarannya berlangsung sangat mudah.
Meski lebih sering menyerang anak-anak, campak pada orang dewasa juga dapat terjadi, terutama pada mereka yang belum menerima vaksin lengkap atau memiliki sistem imun yang lemah.
Penyebab Campak
Campak disebabkan oleh virus dari kelompok Morbillivirus. Virus ini menyebar melalui percikan ludah dari penderita ketika batuk, bersin, atau berbicara.
Selain itu, penularan juga bisa terjadi saat seseorang menyentuh benda yang telah terkontaminasi virus, kemudian menyentuh area hidung atau mulut.
Beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko terkena campak antara lain:
Bayi yang belum cukup usia untuk menerima vaksin
Belum mendapatkan vaksin campak atau vaksin MMR secara lengkap
Tinggal serumah atau merawat penderita campak
Memiliki daya tahan tubuh rendah akibat penyakit tertentu, seperti HIV/AIDS atau kanker
Gejala Campak
Gejala campak umumnya muncul sekitar 7–14 hari setelah terpapar virus. Pada tahap awal, keluhan sering menyerupai gejala flu.
Beberapa gejala campak yang sering muncul meliputi:
Demam
Tubuh terasa lemas
Pilek atau hidung tersumbat
Batuk kering
Diare
Muntah
Nafsu makan menurun
Mata merah, berair, dan sensitif terhadap cahaya
Bercak putih di dalam mulut
Beberapa hari setelah gejala awal, ruam merah biasanya mulai muncul di wajah dan leher sebelum menyebar ke hampir seluruh tubuh. Pada awalnya ruam berbentuk bintik kecil, lalu dapat menyatu menjadi ruam yang lebih besar.
Ruam campak biasanya bertahan selama lima hingga tujuh hari sebelum perlahan memudar.
Campak pada Orang Dewasa
Walaupun identik dengan penyakit anak-anak, campak juga bisa menyerang orang dewasa. Risiko infeksi lebih tinggi pada orang yang belum pernah mendapatkan vaksin campak atau belum memiliki kekebalan terhadap virus tersebut.
Pada orang dewasa, campak terkadang menimbulkan gejala yang lebih berat dibandingkan pada anak-anak. Karena itu, vaksinasi tetap penting dilakukan sebagai langkah pencegahan.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera periksakan diri ke tenaga medis apabila mengalami gejala campak agar penanganan dapat dilakukan lebih awal dan risiko komplikasi dapat ditekan.
Ibu hamil juga dianjurkan segera memeriksakan diri jika pernah kontak dengan penderita campak atau mengalami gejala yang mengarah pada penyakit tersebut.
Infeksi campak saat hamil dapat meningkatkan risiko persalinan prematur, bayi lahir dengan berat badan rendah, hingga keguguran.
Pengobatan Campak
Sebagian besar kasus campak dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari. Meski demikian, perawatan tetap diperlukan untuk membantu mengurangi gejala.
Beberapa langkah yang dapat membantu pemulihan antara lain:
Memperbanyak konsumsi air putih agar tidak dehidrasi
Memberikan ASI yang cukup pada bayi
Menggunakan obat penurun demam sesuai anjuran dokter
Beristirahat yang cukup
Mengonsumsi makanan bergizi dan mudah ditelan
Menggunakan obat batuk bila diperlukan
Mengompres mata dengan air hangat jika mata merah dan berair
Mengonsumsi vitamin A sesuai saran dokter
Bagi orang yang belum pernah menerima vaksin campak, imunisasi dapat diberikan dalam waktu 72 jam setelah terpapar virus untuk membantu mengurangi tingkat keparahan gejala.
Sementara itu, pada bayi, ibu hamil, atau penderita dengan sistem imun lemah, dokter dapat memberikan suntikan antibodi untuk menurunkan risiko komplikasi berat.
Komplikasi Campak
Sebagian besar penderita campak dapat sembuh tanpa masalah serius. Namun pada kondisi tertentu, terutama pada orang dengan imunitas rendah, campak dapat menyebabkan komplikasi.
Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi meliputi:
Dehidrasi akibat diare dan muntah
Infeksi telinga yang dapat memicu gangguan pendengaran
Peradangan pita suara atau laringitis
Pneumonia
Kebutaan
Kejang akibat demam tinggi
Dalam kasus yang jarang, campak juga dapat memicu komplikasi serius seperti radang otak (ensefalitis), hepatitis, radang selaput jantung (perikarditis), hingga gangguan pembekuan darah.
Cara Mencegah Campak
Pencegahan paling efektif terhadap campak adalah melalui vaksinasi campak atau vaksin MR/MMR.
Imunisasi campak umumnya diberikan mulai usia 9 bulan. Setelah itu, vaksin MR atau MMR dapat diberikan kembali pada usia 12–18 bulan dan diulang saat anak berusia 5–7 tahun.
Orang dewasa yang belum pernah menerima vaksin campak juga dianjurkan mendapatkan dua dosis vaksin dengan jarak sekitar 28 hari.
Bagi wanita yang berencana hamil, vaksin MR atau MMR sebaiknya diberikan minimal satu bulan sebelum kehamilan karena vaksin ini tidak disarankan selama masa kehamilan.-***
















