TERASJABAR.ID – Makanan manis sering dianggap sebagai penyebab utama diabetes pada anak, sehingga banyak orang tua membatasi konsumsinya.
Namun, penting untuk dipahami bahwa hubungan antara makanan manis dan diabetes tidak sesederhana itu.
Berbagai makanan seperti cokelat, permen, kue, biskuit, es krim dan donat memang mengandung gula serta kalori tinggi, tetapi rendah nilai gizi.
Konsumsi berlebihan juga bisa membuat anak terbiasa dan terus menginginkannya.
Meski begitu, makan makanan manis tidak langsung menyebabkan diabetes.
Diabetes terjadi ketika tubuh mengalami gangguan dalam memproduksi atau menggunakan insulin.
Pada diabetes tipe 1, pankreas tidak mampu menghasilkan insulin, biasanya karena faktor autoimun.
Sementara pada diabetes tipe 2, tubuh mengalami resistensi insulin. Salah satu faktor risiko penting adalah obesitas.
Kebiasaan makan manis yang tidak diimbangi pola hidup sehat, seperti kurang aktivitas fisik dan asupan gizi seimbang, dapat meningkatkan risiko obesitas pada anak.
Jika kondisi ini terus berlanjut, kemungkinan gangguan fungsi insulin pun meningkat, sehingga risiko diabetes ikut bertambah.
Faktor keturunan juga berperan, terutama jika orang tua memiliki riwayat diabetes atau ibu mengalami diabetes gestasional saat hamil.
Selain diabetes, konsumsi gula berlebih juga dapat menyebabkan gigi berlubang, karies, serta diduga memicu perilaku hiperaktif.
Meski demikian, anak tetap boleh mengonsumsi makanan manis dalam batas wajar.
Pilihan yang lebih sehat antara lain buah segar, yoghurt tanpa tambahan gula, salad buah, smoothie, atau olahan pencuci mulut berbahan buah.
Jika ragu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk menentukan pola makan yang tepat bagi anak.-***













