TERASJABAR.ID – Arab Saudi mulai menguji coba layanan bus pintar tanpa sopir berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bernama RoboBus di kawasan Masjid Quba.
Inovasi tersebut menjadi bagian dari transformasi digital dan pengembangan sistem transportasi cerdas yang tengah digencarkan pemerintah Saudi
Dilansir dari Saudi Gazette, program percontohan ini diluncurkan oleh Transport General Authority (TGA) bekerja sama dengan Otoritas Pengembangan Wilayah Madinah, Minggu (17/05/2026).
RoboBus dirancang sebagai shuttle bus listrik tanpa pengemudi yang mampu mengangkut hingga 20 penumpang dalam satu perjalanan.
Bus tersebut akan melayani mobilitas jemaah dan pengunjung di area pelataran Masjid Quba melalui jalur khusus sepanjang sekitar 700 meter.
Kendaraan otonom ini menggunakan kombinasi teknologi AI, sensor canggih, kamera resolusi tinggi, hingga sistem navigasi modern untuk membaca kondisi sekitar secara otomatis.
Teknologi tersebut memungkinkan bus beroperasi mandiri tanpa sopir manusia dalam kondisi tertentu atau yang dikenal sebagai kendaraan otonom level 4 (L4).
Selain itu, RoboBus juga dilengkapi teknologi LiDAR untuk membantu mendeteksi objek dan memastikan keselamatan penumpang maupun pejalan kaki selama perjalanan.
Otoritas Saudi akan menjalankan uji coba RoboBus selama 60 hari guna mengevaluasi efektivitas layanan, keamanan operasional, serta pengalaman pengguna.
Data dari pengujian lapangan nantinya digunakan untuk mengembangkan integrasi kendaraan tanpa sopir dengan infrastruktur transportasi di berbagai kota Saudi.
Pengembangan RoboBus menjadi bagian dari agenda besar Saudi Vision 2030 yang menitikberatkan pada digitalisasi dan pengembangan teknologi masa depan.
Arab Saudi bahkan menetapkan tahun 2026 sebagai “Year of Artificial Intelligence” sebagai bentuk komitmen memperkuat posisi negara dalam sektor teknologi cerdas dan transportasi modern.
Selain RoboBus, Saudi juga mulai menggunakan kamera berbasis AI untuk memantau kondisi lalu lintas selama musim haji selama 24 jam penuh.
Sistem tersebut dikelola oleh Roads General Authority (RGA) melalui pusat kontrol pintar yang terhubung dengan sekitar 50 kamera AI.
Teknologi itu mampu mendeteksi kepadatan kendaraan, insiden jalan, hingga kondisi cuaca seperti hujan dan badai pasir secara real-time demi meningkatkan keselamatan perjalanan jemaah haji.










