Dijelaskan, jaringan saluran air yang akan diaktifkan kembali sebenarnya telah tersedia dari hulu hingga hilir menuju Sungai Citarum, namun perlu dioptimalkan kembali melalui kolaborasi dengan dinas terkait, termasuk kemungkinan penggunaan alat berat.
“Perencanaan penanggulangan banjir ini sudah lama kami rintis bersama dinas teknis seperti PUTR Kabupaten Bandung dan pihak terkait lainnya. Dan, sebagai langkah konkret hari ini kita awali dari Cipicung,” ujarnya.
Rahmat, S.Ip, M.Si, yang didaulat sebagai Ketua Tim Pentahelix Kecamatan Baleendah mengapresiasi seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam aksi perdana tersebut. Dia berharap,
partisipasi masyarakat seperti yang ditunjukan Sabtu (25/04/2026) itu terus berkelanjutan.
Baca Juga: Kapolres Cirebon Kota : Polisi Ada, Berpikir, Berbuat dan Bermanfaat.
Rahmat berjanji, ke depan timnya akan melakukan perbaikan dan pengaturan saluran, termasuk aktivasi jalur air menuju Cirasea hingga bermuara ke Citarum.
“Penanganan akan dilakukan secara menyeluruh dari hilir ke hulu, tidak parsial. Selain Cipicung, beberapa titik lain juga sudah diidentifikasi dan disarankan untuk perbaikan seperti di Jalan Siliwangi depan patung Singapura, RW 21, dan RW 19,” janjinya.
Sementara itu, Ketua RW 02 Kelurahan Baleendah, Kostiawan, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan kegiatan tersebut yang juga melibatkan warganya.
Ia merasa gembira, lingkungan menjadi lebih bersih, dan berharap saluran air kembali lancar, sehingga dapat mengurangi risiko banjir. Kostiawan berharap kegiatan seperti ini bisa rutin dilakukan. Untuk itu pihaknya akan selalu berkoordinasi dengan tim Pentahelix.
Ketua RT 01 RW 02, Rivai Triwidodo, yang wilayahnya terdampak banjir berharap, kegiatan seperti ini bisa rutin dilakukan dan penanganannya lebih optimal, sehingga ke depannya tidak lagi terjadi banjir.

















