TERASJABAR.ID – Tak ada ampun buat sampah penyumbat sungai, Pemerintah Kota Tasikmalaya lewat BPBD menggebrak Kel. Tugujaya, Kec. Cihideung, Minggu (26/4/2026). Aksi bersih-bersih sungai digelar habis-habisan dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026.
Ratusan pasukan gabungan diterjunkan mulai dari ASN, TNI-Polri, relawan, sampai warga. Mereka serbu titik-titik rawan, cabut sampah, keruk lumpur, hancurkan sedimentasi yang mencekik aliran air. Ini perang nyata lawan bencana.
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, mengatakan HKB ini bukan seremoni omong kosong. “Harus diisi aksi konkret, Yang berdampak langsung. Salah satunya babat habis penyumbat saluran air,” tegasnya.
Langkah ini vital. Sungai mampet mengakibatkan banjir dan Fungsi sungai harus kembali lancar tanpa adanya penyumbatan sampah. “Kami juga siapkan jurus antisipasi kemarau yang akan berlangsung bulan Agustus dan pasok air bersih melalui SPAM sebagai embung air dan jaringan air dioptimalkan tanpa kompromi,” katanya.
Aksi diawali apel siaga di Gedung Tasmalia. Jajaran pimpinan daerah berdiri tegak, lalu terjun ke sejumlah titik di Tugujaya. Peralatan manual sampai alat bantu sederhana dihantamkan ke tumpukan sampah bandel.
Plt. Kalak BPBD Kota Tasikmalaya, Hanafi, menambahkan, HKB tahun ini bertajuk, “Siap untuk Selamat. Bersatu dalam Siaga, Tangguh Menghadapi Bencana”. Ini bukan slogan. Ini komando kolaborasi membangun tembok ketangguhan.
Sepanjang 2025, Tasik dihajar 19 longsor, 42 cuaca ekstrem dan 6 banjir. Banjir datang bukan main-main akibat hujan ekstrem ditambah saluran air mempet.
Tugujaya dipilih karena jadi langganan genangan dan warganya memilih mitigasi berbasis komunitas. Melalui aksi kesadaran melalui aksi lingkungan yang terus menerus digencar dengan Kesiapsiagaan lingkungan.**














