TERASJABAR.ID – Bupati Kabupaten Bandung Dadang Supriatna minta setiap kecamatan di wilayahnya memperkuat kolaborasi lintas sektoral melalui pendekatan pentahelix.
Sebagai tindak lanjut dari instruksi bupati tersebut, Tim Pentahelix Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung yang dibentuk pekan lalu
bergerak cepat (gercep) merealisasikan kegiatan, Sabtu (25/04/2026).
Kegiatan perdananya adalah menormalisasi saluran air dan irigasi untuk meminimalisir risiko banjir di Jalan Laswi Cipicung, RW 02 Kelurahan Baleendah, Kabupaten Bandung.
Pembentukan Tim Pentahelix ini sangat penting, terutama di tengah keterbatasan anggaran daerah akibat pengurangan alokasi dana dari pemerintah pusat.
Baca Juga: Wamenkes: 600 Ribu Warga Buta Akibat Katarak, Pemerintah Perkuat Skrining Nasional
“Di satu sisi kita menghadapi keterbatasan anggaran, namun di sisi lain cuaca ekstrem beberapa hari terakhir telah memicu banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Bandung. Baleendah termasuk salah satu dari tujuh kecamatan yang rawan terdampak,” ujar Camat Baleendah, Drs. Eef Syarif Hidayatullah, M.Si.
Pentahelix sendiri adalah model kolaborasi lima unsur (Akademisi, Pemerintah, Masyarakat/Komunitas, Pelaku Usaha, dan Media)
yang bersinergi untuk mengembangkan inovasi, potensi lokal, pembangunan, atau manajemen risiko bencana secara komprehensif.
Eef menegaskan, kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat penanggulangan penyebab banjir.

















