terasjabar.id
Sabtu, 6 Juni 2026
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
No Result
View All Result
terasjabar.id
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
Sabtu, 6 Juni 2026
No Result
View All Result
terasjabar.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Tidak Harus Menjilat untuk Menjadi Terhormat

Herman by Herman
22 Apr 2026 08:56
in Berita Utama, Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Tidak Harus Menjilat untuk Menjadi Terhormat

Oleh Khan Albantany_

“Betapa mudahnya manusia menjual dirinya, dan betapa murah harga yang ia tawarkan.”

Kalimat itu terasa bergaung setiap kali kita menyaksikan orang-orang yang dulu tegak, kini menunduk. Yang dulu lantang, kini lirih. Bukan karena mereka tidak tahu, tapi karena mereka memilih untuk tahu namun tetap diam—atau lebih buruk, ikut membenarkan.

Ada sesuatu yang sedang retak dalam diri kita sebagai manusia._
Kita menyaksikan fenomena yang ganjil tapi semakin biasa: orang-orang berilmu, berpengaruh, bahkan yang pernah berdiri di barisan moral, kini berbondong-bondong mendekat pada kekuasaan yang jelas-jelas cacat. Mereka tidak sekadar diam, tetapi memoles kebohongan menjadi tampak seperti kebenaran. Mereka tidak sekadar tunduk, tetapi menghias tunduk itu dengan narasi “realistis” dan “bijaksana”.

Ali Syari’ati pernah mengingatkan, “Ketika agama hanya menjadi alat legitimasi kekuasaan, maka di situlah pengkhianatan terbesar terjadi.”Dan hari ini, bukan hanya agama—akal, ilmu, bahkan integritas—semuanya bisa dijadikan alat legitimasi.
Pertanyaannya sederhana:_mengapa mereka melakukannya?
Bukan karena tidak mampu melawan.Bukan karena tidak tahu mana yang benar.

Tetapi karena mereka ingin tetap berada di lingkaran. Lingkaran kekuasaan. Lingkaran kenyamanan. Lingkaran yang menjanjikan kehormatan—meski kehormatan itu palsu.

ADVERTISEMENT

Imam Al-Ghazali pernah menulis dengan tajam, “Orang yang mengejar dunia dengan mengorbankan akhiratnya adalah orang yang paling merugi.”Dalam konteks hari ini, dunia itu bisa berupa jabatan, akses, pengaruh, atau sekadar pengakuan sosial.

IIronisnya, mereka mengira sedang naik—padahal sedang jatuh.Mereka mengira sedang dihormati—padahal hanya ditoleransi selama masih berguna.
Di titik ini, kita perlu jujur:kehormatan hari ini telah mengalami inflasi makna.
Ia tidak lagi diukur dari keberanian mengatakan yang benar, tetapi dari kemampuan menempatkan diri di pihak yang kuat. Ia tidak lagi lahir dari integritas, tetapi dari kedekatan dengan pusat kuasa.

Padahal, Khalil Gibran pernah menulis dengan sederhana namun dalam, “Kehormatan tidak datang dari apa yang diberikan orang lain kepadamu, tetapi dari apa yang tidak kau ambil dari mereka.”
Kalimat itu seperti tamparan halus.Karena yang terjadi sekarang justru sebaliknya: orang berlomba-lomba mengambil—mengambil posisi, mengambil keuntungan, mengambil muka—tanpa peduli apa yang harus mereka lepaskan: harga diri.

RELATED POSTS

Mengapa Kekuasaan Selalu Tergoda Menyimpang

Krisis Bahlil

Kesadaran Ancaman Paling Sunyi bagi Kekuasaan

Lalu apa yang bisa dilakukan? Pertama,_ kita harus berhenti memaklumi.Tidak semua yang “strategis” itu benar. Tidak semua yang “realistis” itu bermartabat. Ada batas yang tidak boleh dinegosiasikan: kebenaran.

Kedua,_ kita harus berani berdiri—meski sendirian.Sejarah selalu dimulai dari minoritas yang tidak mau ikut arus. Mereka mungkin kalah hari ini, tapi tidak kalah dalam catatan waktu.

Ketiga,_ kita perlu mengembalikan definisi kehormatan.Bahwa dihormati bukan berarti dekat dengan kekuasaan, tetapi dekat dengan kebenaran. Bahwa kehormatan bukan sesuatu yang diberikan oleh penguasa, tetapi sesuatu yang dijaga oleh nurani.

Karena pada akhirnya, semua ini akan kembali pada satu pertanyaan yang tak bisa dihindari:Saat kau berdiri di hadapan cermin,dan tak ada lagi jabatan, tak ada lagi sorak-sorai, tak ada lagi kekuasaan—
*apakah kau masih bisa menghormati dirimu sendiri?*

Tags: KekuasaanMenjilat
ShareTweetSend

Related Posts

Mengapa Kekuasaan Selalu Tergoda Menyimpang
Berita Utama

Mengapa Kekuasaan Selalu Tergoda Menyimpang

4 Mar 2026 04:28
Krisis Bahlil
Berita Utama

Krisis Bahlil

4 Mar 2026 04:12
Kesadaran Ancaman Paling Sunyi bagi Kekuasaan
Berita Utama

Kesadaran Ancaman Paling Sunyi bagi Kekuasaan

23 Feb 2026 06:04
Next Post
Akhiri Penantian 22 Tahun, Pemerintah dan DPR Setujui RUU PPRT Disahkan Jadi Undang-Undang

Akhiri Penantian 22 Tahun, Pemerintah dan DPR Setujui RUU PPRT Disahkan Jadi Undang-Undang

Duh, Penulisan  “Wilujeung Sumping” di Gapura Rapat Paripurna Hari Jadi Kab. Bandung Jadi Sorotan

Duh, Penulisan "Wilujeung Sumping" di Gapura Rapat Paripurna Hari Jadi Kab. Bandung Jadi Sorotan

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gaji 3,5 Juta! PT Jaya Utama Perkasa Bandung Buka Loker Admin Produksi

Gaji 3,5 Juta! PT Jaya Utama Perkasa Bandung Buka Loker Admin Produksi

30 Mei 2026 16:19
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejaksaan Pukul 4 Subuh dari Rumahnya

Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejaksaan Pukul 4 Subuh dari Rumahnya

3 Jun 2026 11:30
Gaji 5,5 Juta! PT Lotus Lingga Pratama Bandung Buka Loker Staff Produksi

Gaji 5,5 Juta! PT Lotus Lingga Pratama Bandung Buka Loker Staff Produksi

5 Jun 2026 16:11
TERBARU! PT Colorindo Tera Internasional Bandung Buka Loker Staff Logistik

TERBARU! PT Colorindo Tera Internasional Bandung Buka Loker Staff Logistik

2 Jun 2026 16:54
Bapanas Dorong Perluasan Pos Pantau PAS AMAN untuk Perkuat Pengawasan Keamanan Pangan di Pasar Rakyat

Bapanas Dorong Perluasan Pos Pantau PAS AMAN untuk Perkuat Pengawasan Keamanan Pangan di Pasar Rakyat

0
48 Tim Siap Bertarung, Atmosfer Piala Dunia 2026 Mulai Terasa

Setelah Setengah Abad, Haiti Kembali Meramaikan Panggung Piala Dunia

0
Sinergi Pemerintah dan BI Diperkuat untuk Hadapi Tantangan Ekonomi Global

Sinergi Pemerintah dan BI Diperkuat untuk Hadapi Tantangan Ekonomi Global

0
Menaker Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja Lewat Jaminan Sosial

Menaker Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja Lewat Jaminan Sosial

0
Bapanas Dorong Perluasan Pos Pantau PAS AMAN untuk Perkuat Pengawasan Keamanan Pangan di Pasar Rakyat

Bapanas Dorong Perluasan Pos Pantau PAS AMAN untuk Perkuat Pengawasan Keamanan Pangan di Pasar Rakyat

6 Jun 2026 13:06
48 Tim Siap Bertarung, Atmosfer Piala Dunia 2026 Mulai Terasa

Setelah Setengah Abad, Haiti Kembali Meramaikan Panggung Piala Dunia

6 Jun 2026 12:33
Sinergi Pemerintah dan BI Diperkuat untuk Hadapi Tantangan Ekonomi Global

Sinergi Pemerintah dan BI Diperkuat untuk Hadapi Tantangan Ekonomi Global

6 Jun 2026 12:14
Menaker Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja Lewat Jaminan Sosial

Menaker Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja Lewat Jaminan Sosial

6 Jun 2026 11:39

Teras Arsip

  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Sertifikat JMSI
Hubungi Kami : [email protected]

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Opini
  • Indeks Berita

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.