TERASJABAR.ID – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno, Menteri Pariwisata Widianti Putri Wardhana dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memulai aksi nyata merevitalisasi pendidikan vokasi dan menyelenggarakan pelatihan vokasi di Jabar.
Menko PMK Pratikno mengatakan, pihaknya telah mengintegrasikan pemerintah pusat, pemerintah daerah dan Balai Latihan Kerja (BLK) dengan dunia industri sebagai penyedia lapangan kerja.
Tujuannya, agar pendidikan dan pelatihan vokasi dapat mencetak lulusan yang sesuai kebutuhan pasar kerja.
“Jangan sampai pendidikan kita justru mengajarkan keterampilan yang sudah tidak relevan lagi. Revitalisasi ini, selain menyiapkan yang sesuai kebutuhan juga dapat memunculkan kesempatan pekerjaan-pekerjaan baru,” jelasnya di Bale Pakuan.
Pendidikan vokasi harus menyiapkan tenaga kerja yang bukan sekedar pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang baru baik pada sektor teknologi, maupun berbasis budaya dan potensi lokal.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menambahkan, saat ini pengangguran terdidik justru lebih banyak ketimbang yang pendidikannya rendah sehingga cukup ironis.
Padahal, Jawa Barat memiliki segalanya, namun tidak banyak orang yang mau menekuni peluang yang ada, contohnya pembuat anyaman bilik bambu.
Pengrajin anyaman sudah jarang ditemukan, sementara permintaan banyak. Selain itu, orang yang menekuni industri makanan tradisi juga semakin berkurang.
















