terasjabar.id
Selasa, 2 Juni 2026
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
No Result
View All Result
terasjabar.id
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
Selasa, 2 Juni 2026
No Result
View All Result
terasjabar.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

PMI Manufaktur Masih Solid, Industri Jaga Stok Bahan Baku untuk Keberlanjutan Produksi

Ivan W. by Ivan W.
2 Jun 2026 17:47
in Ekonomi
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Industri TPT Tetap Terkendali, Pemerintah Percepat Antisipasi Dinamika Global

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

TERASJABAR.ID – Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang dirilis S&P Global pada Mei 2026 tercatat sebesar 50,0 atau naik dibandingkan capaian bulan April 2026 yang berada pada level 49,1.

Peningkatan tersebut menandakan kondisi operasional sektor manufaktur nasional kembali berada pada ambang ekspansi setelah sebelumnya mengalami kontraksi ringan.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa kenaikan PMI manufaktur Indonesia menunjukkan daya tahan industri nasional di tengah berbagai tantangan global, terutama gangguan rantai pasok dan ketidakpastian pasokan bahan baku impor.

“Peningkatan PMI manufaktur Indonesia pada Mei 2026 mencerminkan respons industri dalam menjaga keberlangsungan produksi di tengah dinamika global yang masih berlangsung. Pelaku industri melakukan langkah antisipatif dengan memperkuat stok bahan baku guna memastikan kegiatan produksi tetap berjalan dalam beberapa bulan ke depan,” ujar Menperin di Jakarta, Selasa (2/6).

Menurut Agus, kenaikan PMI pada Mei perlu dilihat secara komprehensif. Salah satu faktor yang memicu perbaikan indeks tersebut adalah meningkatnya persediaan bahan baku yang dilakukan industri manufaktur sebagai langkah mitigasi terhadap potensi gangguan pasokan dan kenaikan harga bahan baku impor.

“Struktur impor Indonesia saat ini sekitar 70 persen merupakan bahan baku dan bahan penolong, sekitar 15 persen berupa barang modal seperti mesin dan peralatan, sedangkan sisanya merupakan barang konsumsi. Dengan adanya tantangan logistik global dan meningkatnya ketidakpastian akses bahan baku impor, industri memilih memperbesar stok bahan baku untuk menjaga kesinambungan operasi,” jelasnya.

RELATED POSTS

Kemenperin Pacu Diversifikasi Tenun, IKM Fesyen Bidik Pasar Global

2 Juta Unit Usaha IKM Pangan Jadi Motor Hilirisasi dan Pemberdayaan Ekonomi

Tren Logam Mulia Meningkat, Industri Perhiasan Nasional Tetap Menjanjikan

ASEAN-Japan Forum Dukung Talenta Industri Indonesia Unggul di Pasar Global

Kemenperin Libatkan IKM Komponen Masuk Rantai Pasok Kendaraan Listrik

Menperin menambahkan, apabila sebelumnya industri rata-rata menyimpan persediaan bahan baku untuk kebutuhan sekitar tiga bulan, saat ini banyak perusahaan meningkatkan cadangan bahan bakunya hingga cukup untuk menopang operasi selama enam bulan ke depan.

Langkah tersebut dinilai penting terutama bagi industri yang memiliki karakteristik proses produksi berkelanjutan atau continuous process industry. Sebagai contoh, industri petrokimia harus tetap beroperasi pada kapasitas minimal 50 hingga 60 persen agar fasilitas produksinya tidak perlu dihentikan sepenuhnya.

“Jika fasilitas produksi seperti petrokimia dihentikan total, waktu yang dibutuhkan untuk kembali mencapai kapasitas normal bisa cukup lama, paling sedikit sekitar dua minggu. Kondisi serupa juga terjadi pada industri yang menggunakan furnace seperti industri keramik, kaca, dan pengolahan nikel. Oleh karena itu, menjaga ketersediaan bahan baku menjadi sangat krusial,” ungkapnya.

Menperin menjelaskan bahwa peningkatan stok bahan baku tersebut juga dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kenaikan harga bahan baku di masa mendatang. Pasalnya, industri tidak dapat secara langsung menaikkan harga jual produknya karena pelanggan dan pasar membutuhkan waktu untuk melakukan penyesuaian.

“Perusahaan manufaktur harus menjaga keseimbangan antara keberlanjutan produksi dan daya saing harga produk. Ketika harga bahan baku berpotensi meningkat, mereka memilih mengamankan pasokan terlebih dahulu karena penyesuaian harga jual ke pasar tidak bisa dilakukan secara instan,” tuturnya.

Kemenperin juga mencermati bahwa capaian PMI manufaktur Indonesia pada Mei 2026 sejalan dengan kinerja positif Indeks Kepercayaan Industri (IKI) yang pada periode yang sama mencapai 53,56, meningkat signifikan dibandingkan April 2026 sebesar 51,75.

ADVERTISEMENT

Kenaikan IKI tersebut menunjukkan optimisme pelaku industri terhadap kondisi usaha dan prospek permintaan domestik yang terus membaik.

“Pergerakan PMI dan IKI yang sama-sama meningkat pada Mei 2026 menjadi sinyal bahwa sektor manufaktur nasional masih memiliki resiliensi yang kuat. Industri tetap menjaga aktivitas produksinya sekaligus mengantisipasi berbagai risiko yang berasal dari faktor eksternal,” kata Menperin.

Berdasarkan laporan S&P Global, PMI Manufaktur Indonesia pada Mei 2026 didukung oleh peningkatan permintaan baru yang tumbuh lebih cepat dibandingkan bulan sebelumnya, terutama dari pasar domestik. Sementara itu, tekanan biaya produksi dan gangguan pasokan bahan baku masih menjadi tantangan utama yang dihadapi sektor manufaktur.

Kemenperin akan terus memperkuat koordinasi dengan para pelaku industri untuk memastikan kelancaran pasokan bahan baku, menjaga keberlangsungan produksi nasional, serta meningkatkan daya saing manufaktur Indonesia di tengah dinamika perekonomian global.***

Sumber: Siaran Pers Kemenperin

Tags: IndustriKemenperinMenperinPMI Manufaktur
ShareTweetSend

Related Posts

Kemenperin Pacu Diversifikasi Tenun, IKM Fesyen Bidik Pasar Global
Ekonomi

Kemenperin Pacu Diversifikasi Tenun, IKM Fesyen Bidik Pasar Global

2 Jun 2026 18:12
Manufaktur Indonesia Tetap Tumbuh di Tengah Tekanan Global, PMI Bertahan di Zona Ekspansi
Ekonomi

2 Juta Unit Usaha IKM Pangan Jadi Motor Hilirisasi dan Pemberdayaan Ekonomi

1 Jun 2026 17:19
Tren Logam Mulia Meningkat, Industri Perhiasan Nasional Tetap Menjanjikan
Ekonomi

Tren Logam Mulia Meningkat, Industri Perhiasan Nasional Tetap Menjanjikan

30 Mei 2026 20:48
ASEAN-Japan Forum Dukung Talenta Industri Indonesia Unggul di Pasar Global
Ekonomi

ASEAN-Japan Forum Dukung Talenta Industri Indonesia Unggul di Pasar Global

28 Mei 2026 21:02
Kemenperin Libatkan IKM Komponen Masuk Rantai Pasok Kendaraan Listrik
Ekonomi

Kemenperin Libatkan IKM Komponen Masuk Rantai Pasok Kendaraan Listrik

28 Mei 2026 20:55
Kinerja Manufaktur Masih di Jalur Ekspansi, Kemenperin Ungkap Hal Ini
Ekonomi

Kinerja Manufaktur Masih di Jalur Ekspansi, Kemenperin Ungkap Hal Ini

27 Mei 2026 20:50
Next Post
Tidur dan Bangun di Jam yang Sama Langkah pertama untuk memperbaiki kebiasaan tidur adalah dengan menetapkan rutinitas tidur yang stabil. Usahakan untuk tertidur dan terbangun pada waktu yang sama setiap hari, termasuk di hari libur. Kebiasaan ini membantu tubuh mengenali siklus istirahatnya secara alami. Jika Anda sering tidur larut malam, jangan langsung melakukan perubahan jadwal secara drastis. Cobalah untuk menggeser waktu tidur 15–30 menit lebih awal setiap beberapa hari agar tubuh lebih mudah menyesuaikan diri. Kurangi Penggunaan Gadget Sebelum Tidur Menggunakan ponsel sebelum tidur sering kali menjadi faktor yang menyebabkan sulit tidur. Cahaya yang dipancarkan dari layar gadget dapat membuat pikiran tetap terjaga dan menghambat rasa kantuk. Selain itu, aktivitas seperti menonton video, bermain permainan, atau scrol sosial media dapat memperpanjang waktu hingga tidur. Sebaiknya, hentikan penggunaan gadget sekitar 30–60 menit sebelum tidur. Alihkan dengan kegiatan yang lebih menenangkan, seperti membaca buku, mendengarkan musik lembut, atau melakukan peregangan ringan. Hindari Kafein pada Sore dan Malam Hari Kafein yang terdapat dalam kopi, teh, minuman energi, atau beberapa minuman kemasan dapat membuat tubuh tetap terjaga lebih lama. Jika Anda ingin memperbaiki kebiasaan tidur, batasi konsumsi kafein terutama di sore dan malam hari. Bagi sebagian orang, efek kafein bisa bertahan cukup lama dalam tubuh. Sebagai alternatif, pilihlah air putih atau minuman hangat yang bebas kafein agar tubuh lebih santai menjelang tidur.

Gak Susah! Gini Tips Memperbaiki Pola Tidur yang Berantakan

Kemenperin Pacu Diversifikasi Tenun, IKM Fesyen Bidik Pasar Global

Kemenperin Pacu Diversifikasi Tenun, IKM Fesyen Bidik Pasar Global

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
PT Ceres Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK, Ini Link Daftarnya

PT Ceres Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK, Ini Link Daftarnya

29 Mei 2026 16:59
Ada 2 Posisi! Dunia Buah Bandung Buka Loker Crew dan Kasir, Tertarik?

Ada 2 Posisi! Dunia Buah Bandung Buka Loker Crew dan Kasir, Tertarik?

27 Mei 2026 16:49
Terbaru! PT Saku Mas Jaya Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA dan SMK

Terbaru! PT Saku Mas Jaya Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA dan SMK

28 Mei 2026 17:11
Gaji 6 Juta! Lino and Sons Bandung Buka Loker Posisi Staff Produksi

Gaji 6 Juta! Lino and Sons Bandung Buka Loker Posisi Staff Produksi

21 Mei 2026 16:13
OJK Wujudkan Industri BPR dan BPRS yang Berintegritas, Tangguh dan Kontributif

OJK Wujudkan Industri BPR dan BPRS yang Berintegritas, Tangguh dan Kontributif

0
Kemenperin Pacu Diversifikasi Tenun, IKM Fesyen Bidik Pasar Global

Kemenperin Pacu Diversifikasi Tenun, IKM Fesyen Bidik Pasar Global

0
Industri TPT Tetap Terkendali, Pemerintah Percepat Antisipasi Dinamika Global

PMI Manufaktur Masih Solid, Industri Jaga Stok Bahan Baku untuk Keberlanjutan Produksi

0
2 POSISI! KIM Manufaktur Logistik Bandung Buka Loker Teranyar

2 POSISI! KIM Manufaktur Logistik Bandung Buka Loker Teranyar

0
OJK Wujudkan Industri BPR dan BPRS yang Berintegritas, Tangguh dan Kontributif

OJK Wujudkan Industri BPR dan BPRS yang Berintegritas, Tangguh dan Kontributif

2 Jun 2026 18:34
Kemenperin Pacu Diversifikasi Tenun, IKM Fesyen Bidik Pasar Global

Kemenperin Pacu Diversifikasi Tenun, IKM Fesyen Bidik Pasar Global

2 Jun 2026 18:12
Tidur dan Bangun di Jam yang Sama Langkah pertama untuk memperbaiki kebiasaan tidur adalah dengan menetapkan rutinitas tidur yang stabil. Usahakan untuk tertidur dan terbangun pada waktu yang sama setiap hari, termasuk di hari libur. Kebiasaan ini membantu tubuh mengenali siklus istirahatnya secara alami. Jika Anda sering tidur larut malam, jangan langsung melakukan perubahan jadwal secara drastis. Cobalah untuk menggeser waktu tidur 15–30 menit lebih awal setiap beberapa hari agar tubuh lebih mudah menyesuaikan diri. Kurangi Penggunaan Gadget Sebelum Tidur Menggunakan ponsel sebelum tidur sering kali menjadi faktor yang menyebabkan sulit tidur. Cahaya yang dipancarkan dari layar gadget dapat membuat pikiran tetap terjaga dan menghambat rasa kantuk. Selain itu, aktivitas seperti menonton video, bermain permainan, atau scrol sosial media dapat memperpanjang waktu hingga tidur. Sebaiknya, hentikan penggunaan gadget sekitar 30–60 menit sebelum tidur. Alihkan dengan kegiatan yang lebih menenangkan, seperti membaca buku, mendengarkan musik lembut, atau melakukan peregangan ringan. Hindari Kafein pada Sore dan Malam Hari Kafein yang terdapat dalam kopi, teh, minuman energi, atau beberapa minuman kemasan dapat membuat tubuh tetap terjaga lebih lama. Jika Anda ingin memperbaiki kebiasaan tidur, batasi konsumsi kafein terutama di sore dan malam hari. Bagi sebagian orang, efek kafein bisa bertahan cukup lama dalam tubuh. Sebagai alternatif, pilihlah air putih atau minuman hangat yang bebas kafein agar tubuh lebih santai menjelang tidur.

Gak Susah! Gini Tips Memperbaiki Pola Tidur yang Berantakan

2 Jun 2026 18:00
Industri TPT Tetap Terkendali, Pemerintah Percepat Antisipasi Dinamika Global

PMI Manufaktur Masih Solid, Industri Jaga Stok Bahan Baku untuk Keberlanjutan Produksi

2 Jun 2026 17:47

Teras Arsip

  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Sertifikat JMSI
Hubungi Kami : [email protected]

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Opini
  • Indeks Berita

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.