TERASJABAR.ID – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menegaskan operator data desa memegang peran penting dalam pembaruan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Akurasi data sangat bergantung pada kualitas input dari tingkat desa.
Dilansir laman Kemensos, hal itu disampaikan Saifullah Yusuf di hadapan kepala desa, camat, TKSK, Pendamping PKH dan ratusan operator data desa dalam acara Kolaborasi Program Prioritas Presiden dalam rangka Membangun SDM Menuju Kemandirian Ekonomi di Pendopo Amangkurat, Pemerintah Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.
“Kepala desa, bupati hingga Mensos tergantung hasil yang diinput oleh operator data desa. BPS (juga) tergantung data yang diinput operator data desa. Jadi Pak Bupati, nasib kita tergantung operator data desa,” kata Mensos.
Ia menjelaskan, data yang dihimpun operator desa menjadi fondasi utama bagi Badan Pusat Statistik (BPS) dalam melakukan pemutakhiran.
Karena itu, peran operator desa tidak hanya bersifat administratif, tetapi menentukan ketepatan sasaran penyaluran bantuan sosial dan program-program pemberdayaan.
Mensos juga menyoroti masih adanya persepsi di masyarakat bahwa bantuan sosial hanya diberikan kepada kelompok tertentu yang memiliki kedekatan dengan aparat desa.
Untuk menjawab hal tersebut, Kementerian Sosial membuka ruang partisipasi publik seluas-luasnya guna menjaga transparansi dan kualitas data.
“Maka itu Bapak Presiden Prabowo Subianto menyampaikan agar kita terbuka terhadap data. Partisipasi masyarakat dibuka selebar-lebarnya,” jelasnya.
















