TERASJABAR.ID – Kementerian Sosial memperkuat kepercayaan publik melalui mekanisme digitalisasi data penerima bantuan sosial (bansos). Salah satunya dengan menggunakan teknologi pengenalan wajah dari GoTo.
Dilansir laman Kemensos, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menerima audiensi jajaran GoTo untuk membahas dukungan digitalisasi perlindungan sosial, mulai dari penguatan akurasi data penerima manfaat, verifikasi bantuan sosial, hingga peluang dukungan teknologi bagi program Sekolah Rakyat di Kantor Kemensos, baru-baru ini.
“Kalau datanya tidak akurat, maka sasarannya juga tidak tepat,” ujar Mensos.
Ia menegaskan bahwa penguatan perlindungan sosial perlu bertumpu pada tiga hal utama, yaitu data akurat, sasaran tepat, dan Sekolah Rakyat.
CEO GoTo Hans Patuwo pun memaparkan teknologi deteksi keaktifan wajah atau liveness detection. Teknologi ini digunakan untuk memastikan bahwa orang yang melakukan verifikasi benar-benar berada di depan kamera, bukan menggunakan foto, rekaman video, atau manipulasi digital.
Mensos menilai teknologi penting untuk memperkuat validasi penerima manfaat bantuan sosial. Teknologi seperti ini, menurutnya, mendukung proses penyaluran bantuan sosial semakin akurat dan tepat sasaran.
“Kita dorong, kita setujui ini,” ujarnya.
Pada tahap awal, GoTo memberikan dukungan sebanyak 5 juta hits atau verifikasi untuk mendukung digitalisasi bantuan sosial. Dukungan tersebut menjadi bagian dari uji coba layanan verifikasi bagi penerima manfaat.
“Terima kasih dikasih bantuan 5 juta ini. Tapi kita juga harus cek cost dan biayanya. Mulai sekarang dibuat perencanaan. Nanti 5 juta ini habis, kita kemana,” kata Mensos.
Uji coba layanan yang telah dikembangkan sejak 2022 tersebut dilakukan di 42 kabupaten/kota. Dalam paparan yang disampaikan, layanan telah digunakan terhadap 28.961 percobaan dengan tingkat keberhasilan sekitar 98,4% persen.
Selain membahas verifikasi data, audiensi juga membuka peluang pemanfaatan ekosistem GoPay dalam penyaluran bantuan sosial dengan bertumpu pada prinsip kecepatan, efisien, aman, dan langsung diterima oleh penerima manfaat.
Selain bantuan sosial, Mensos juga memperkenalkan program Sekolah Rakyat kepada jajaran GoTo.
Ia menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat disiapkan bagi anak-anak dari keluarga paling miskin, anak putus sekolah, anak terlantar, serta anak-anak yang kehilangan kesempatan pendidikan.
“Sekolah Rakyat ini bagus sekali, Pak. Ini untuk orang paling miskin,” ujar Mensos.
Ia berharap GoTo juga dapat memberi dukungan teknologi untuk pengelolaan Sekolah Rakyat. Dukungan tersebut dapat mencakup sistem manajemen sekolah, pemantauan aktivitas siswa, atau pengelolaan transaksi.
“Yang jelas saya butuh sistem yang aman,” ujar Mensos.
Ia mengatakan bahwa teknologi yang aman dan tepat sangat dibutuhkan untuk membantu pemerintah memastikan bantuan sosial sampai kepada masyarakat yang benar-benar berhak sehingga tepat sasaran.***
Sumber: Kemensos















