TERASJABAR.ID – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima silaturahmi dan audiensi direksi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Jakarta, baru-baru ini.
Pertemuan ini dilakukan untuk membahas penguatan sinergi dalam menjamin perlindungan kesehatan bagi kaum dhuafa.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas rencana perjanjian kerja sama yang akan mengatur mekanisme intervensi bantuan bagi dhuafa, baik dalam bentuk pembiayaan iuran JKN yang tertunggak maupun pemberian bantuan akses medis darurat bagi mustahik yang belum ter-cover jaminan kesehatan.
Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. mengatakan kolaborasi ini merupakan implementasi nyata dari ajaran Islam yang mewajibkan umatnya untuk saling tolong-menolong dalam kebaikan.
Ia menekankan pentingnya sinergi yang berlandaskan prinsip Al-Qur’an tersebut seperti program bantuan kesehatan bagi dhuafa yang dibahas.
“Program bantuan mustahik kami memang ada banyak, salah satunya kesehatan. Ada juga sembako makanan, pakaian. Ada juga kegiatan pendidikan, dari mulai bangunannya, sampai beasiswa bagi siswa, mahasiswa. Untuk kesehatan juga ada, mulai dari rumah sehat atau klinik,” jelas Sodik dalam sambutannya.
Menurutnya, BAZNAS RI saat ini sedang intensif mengembangkan program bantuan darurat bagi dhuafa yang salah satu manfaatnya adalah menjamin masyarakat miskin tetap mendapatkan penanganan medis meski terkendala administrasi.
Sinergi dengan BPJS Kesehatan dapat dibentuk, khususnya dalam memberikan intervensi pembiayaan bagi mustahik yang kepesertaannya tidak aktif agar akses kesehatan mendesak tidak terputus.














