TERASJABAR.ID – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menggelar rapat kerja teknis bertajuk “Pentingnya Memilih Pimpinan BAZNAS yang Berkualitas untuk Kemajuan Pengelolaan Zakat” secara daring.
Pertemuan ini bertujuan untuk merumuskan kriteria pimpinan BAZNAS daerah yang kompeten guna memastikan tata kelola zakat nasional berjalan lebih profesional, transparan, dan akuntabel.
Membuka acara tersebut, Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. menegaskan bahwa figur pemimpin merupakan faktor penentu kemajuan sebuah organisasi, termasuk BAZNAS di tingkat pusat maupun daerah.
Ia menekankan bahwa kualitas kepemimpinan sangat berpengaruh terhadap efektivitas pengelolaan zakat sebagai amanah umat.
“Pentingnya kepemimpinan itu sudah sama-sama kita maklumi. Ada rumah tangga yang hancur, ada yang sukses, kenapa? Karena kepala rumah tangganya. Ada RW yang maju dan ada yang gagal karena ketua RW-nya. Termasuk BAZNAS juga, di kota, kabupaten, provinsi, dan pusat, bisa maju atau tidak maju sangat ditentukan oleh pimpinannya,” ujar Sodik dalam sambutannya.
Ia menambahkan, konsep kepemimpinan transformatif menjadi kebutuhan mendesak bagi BAZNAS ke depan. Model ini diharapkan mampu melahirkan pemimpin yang tidak hanya cakap secara administratif, tetapi juga memiliki visi keumatan yang kuat, terukur, serta mampu menjadi teladan dalam pengelolaan zakat.
Lebih lanjut, BAZNAS berkomitmen meningkatkan kualitas amil dan pimpinan melalui penguatan pusat pendidikan dan pelatihan (diklat) serta lembaga sertifikasi.
“Pelatihan-pelatihan akan terus kita tingkatkan, baik untuk amilin maupun calon pimpinan BAZNAS di daerah. Tujuannya adalah melahirkan pemimpin yang mampu mengoptimalkan potensi dana umat yang sangat besar, sehingga dapat memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan bangsa Indonesia,” jelasnya.

















