terasjabar.id
Selasa, 14 April 2026
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
No Result
View All Result
terasjabar.id
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
Selasa, 14 April 2026
No Result
View All Result
terasjabar.id
No Result
View All Result
Home News

Adian Napitupulu: Makin Korup Sebuah Negara, Kian Banyak Undang-Undang yang Dibuat

Eka Purwanto by Eka Purwanto
28 Agu 2025 12:05
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Adian Napitupulu: Makin Korup Sebuah Negara, Kian Banyak Undang-Undang yang Dibuat

Adian Napitupulu. (Foto: screenshot Akbar Faisal Uncensored)

TERASJABAR.ID – Banyak undang-undang dibuat hanya di tingkat elit, tanpa melibatkan publik.

Bahkan jumlah undang-undang yang semakin banyak justru sering membuat keadaan lebih kacau.

Adian Napitupulu, anggota DPR dari Fraksi PDI-P, membenarkan bahwa di negeri ini begitu banyak undang-udang.

Menanggapi hal itu, Adian mengutip pernyataan Montesquieu;

“Semakin korup sebuah negara, semakin banyak undang-undang yang dibuat” ugkap Adian dalam Podcast Akbar Faisal Uncensored, (THE DEBATE BETWEEN WHITE AND BLACK DPR MEMBERS).

BACA JUGA: Pembubaran DPR, Mahfud MD: Tak Realistis dan Terlalu Mengada-ada

Kalau apa yang dikatakan Montesquieu itu benar dan berlaku umum, menurut Adian, mungkin itulah jawaban mengapa tingkat korupsi di Indonesia begitu tinggi.

ADVERTISEMENT

Banyaknya undang-undang justru membuat masyarakat bingung, termasuk para pengacara maupun pihak-pihak yang terkena sanksi.

RELATED POSTS

Kesejahteraan Guru Disorot, Negara Dinilai Belum Maksimal

Negara Tanpa Moral Akan Runtuh

Ketika Kepentingan Pribadi Menjadi Kebijakan Negara

Kasus Nenek Saudah Mandek di Penyelidikan, DPR Minta Negara Hadir

ASN Korban Bencana Perlu Perlindungan Khusus Negara

Prosedur jadi rumit, dan tidak jarang satu undang-undang malah bertentangan dengan undang-undang lainnya.

Tumpang tindih aturan itu, misalnya, terjadi di desa di kawasan hutan.

Desa sudah ditetapkan secara resmi, tapi Kementerian Kehutanan menganggap sebagian wilayahnya masuk hutan.

Akibatnya kepala desa bisa kena sanksi hanya karena membangun jalan.

Contoh lain, menurut Adian, adalah soal lahan perumahan subsidi.

Ada pengembang yang sudah mendapat izin membangun ratusan rumah, tapi belakangan lahannya ditetapkan sebagai Lahan Sawah Dilindungi (LSD).

Rumah sudah berdiri, tapi tidak bisa disertifikatkan.

Lalu ada 185 ribu warga transmigran yang sudah memegang sertifikat, tapi kemudian dinyatakan lahannya berada di kawasan hutan.

Semua keputusan itu sama-sama berdasar undang-undang, tapi saling bertabrakan.

Celah inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk bermain di “ruang gelap” hukum.-***

Tags: Adian NapitupuluKorupNegaraUndang-Undang
ShareTweetSend

Related Posts

Kesejahteraan Guru Disorot, Negara Dinilai Belum Maksimal
News

Kesejahteraan Guru Disorot, Negara Dinilai Belum Maksimal

28 Mar 2026 14:50
Negara Tanpa Moral Akan Runtuh
Berita Utama

Negara Tanpa Moral Akan Runtuh

13 Mar 2026 05:00
Ketika Kepentingan Pribadi Menjadi Kebijakan Negara
Berita Utama

Ketika Kepentingan Pribadi Menjadi Kebijakan Negara

12 Mar 2026 04:15
Kasus Nenek Saudah Mandek di Penyelidikan, DPR Minta Negara Hadir
News

Kasus Nenek Saudah Mandek di Penyelidikan, DPR Minta Negara Hadir

2 Feb 2026 17:44
BBM Langka, Listrik Padam! DPR Minta Pemerintah Bergerak Cepat
News

ASN Korban Bencana Perlu Perlindungan Khusus Negara

20 Jan 2026 15:02
Negara Paling Bahagia Rakyatnya Paling Menderita
Berita Utama

Negara Paling Bahagia Rakyatnya Paling Menderita

11 Jan 2026 05:58
Next Post
Ini 5 Film Prime Video yang Akan Berakhir Agustus–September, Mana Favorit Anda?

Ini 5 Film Prime Video yang Akan Berakhir Agustus–September, Mana Favorit Anda?

Ponsel Lipat, Tren Futuristik atau Sekadar Gimmick?

Ponsel Lipat, Tren Futuristik atau Sekadar Gimmick?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
TERBARU BANGET! Borma Dago Bandung Buka Loker 3 Posisi Buat Lulusan SMA dan SMK

TERBARU BANGET! Borma Dago Bandung Buka Loker 3 Posisi Buat Lulusan SMA dan SMK

10 Apr 2026 16:00
5 Posisi! PT Kaldu Sari Nabati Buka Loker Gede-Gedean, Tertarik?

5 Posisi! PT Kaldu Sari Nabati Buka Loker Gede-Gedean, Tertarik?

7 Apr 2026 18:20
Terbaru! Prama Borma Group Bandung Buka Loker Staff Fresh Food, Tertarik?

Terbaru! Prama Borma Group Bandung Buka Loker Staff Fresh Food, Tertarik?

9 Apr 2026 16:43
Datang Langsung Juga Bisa! Alfamart Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

Datang Langsung Juga Bisa! Alfamart Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

9 Apr 2026 16:32
Kemenperin Perkuat Industri Otomotif Nasional melalui Peningkatan TKDN dan Penerapan SNI

Kemenperin Perkuat Industri Otomotif Nasional melalui Peningkatan TKDN dan Penerapan SNI

0
Optimalkan Potensi ZIS, Indonesia Dorong Transformasi Digital di Global WaqfTech 2026

Optimalkan Potensi ZIS, Indonesia Dorong Transformasi Digital di Global WaqfTech 2026

0
Kemensos dan Kemenkop Sepakat Prioritaskan Penerima Bansos Kerja di Koperasi Merah Putih

Kemensos dan Kemenkop Sepakat Prioritaskan Penerima Bansos Kerja di Koperasi Merah Putih

0
DTSEN Terbaru, Data Bansos Triwulan II, 11 Ribu KPM Dicoret 25 Ribu Masuk

DTSEN Terbaru, Data Bansos Triwulan II, 11 Ribu KPM Dicoret 25 Ribu Masuk

0
Kemenperin Perkuat Industri Otomotif Nasional melalui Peningkatan TKDN dan Penerapan SNI

Kemenperin Perkuat Industri Otomotif Nasional melalui Peningkatan TKDN dan Penerapan SNI

13 Apr 2026 23:21
Optimalkan Potensi ZIS, Indonesia Dorong Transformasi Digital di Global WaqfTech 2026

Optimalkan Potensi ZIS, Indonesia Dorong Transformasi Digital di Global WaqfTech 2026

13 Apr 2026 22:55
Kemensos dan Kemenkop Sepakat Prioritaskan Penerima Bansos Kerja di Koperasi Merah Putih

Kemensos dan Kemenkop Sepakat Prioritaskan Penerima Bansos Kerja di Koperasi Merah Putih

13 Apr 2026 22:31
DTSEN Terbaru, Data Bansos Triwulan II, 11 Ribu KPM Dicoret 25 Ribu Masuk

DTSEN Terbaru, Data Bansos Triwulan II, 11 Ribu KPM Dicoret 25 Ribu Masuk

13 Apr 2026 22:07
  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Sertifikat JMSI
Hubungi Kami : [email protected]

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Opini
  • Indeks Berita

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.