terasjabar.id
Rabu, 13 Mei 2026
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
No Result
View All Result
terasjabar.id
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
Rabu, 13 Mei 2026
No Result
View All Result
terasjabar.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama

The Bureaucratic Labyrinth

Herman by Herman
13 Mei 2026 07:49
in Berita Utama, Opini
Reading Time: 4 mins read
A A
0
The Bureaucratic Labyrinth

(Mendorong Regulasi Reklame yang Modern, Sederhana, dan Visioner)

Oleh: Subchan Daragana / Ketua Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia ( P3 I ) Jawa Barat / Akademisi Komunikasi UBakrei

Bandung sedang berada pada fase penting dalam penataan kotanya. Pemerintah mulai membangun sistem pengendalian reklame yang lebih formal, digital, dan terstruktur. Proses perizinan kini melibatkan berbagai instrumen seperti OSS RBA, KKPR, SIMBG, hingga aplikasi Hayu Gampil. Dari sisi tata kelola, ini menunjukkan adanya keinginan pemerintah untuk menghadirkan keteraturan, pengawasan, dan standardisasi dalam pengelolaan media luar ruang.

Namun pertanyaan yang lebih besar sesungguhnya bukan lagi sekadar bagaimana reklame diatur, melainkan: ke mana arah penataan visual Kota Bandung sedang dibawa?
Karena pada akhirnya, regulasi yang baik tidak hanya dinilai dari seberapa ketat ia mengontrol, tetapi juga dari seberapa mampu ia menciptakan keseimbangan antara estetika kota, kepastian usaha, dan keberlanjutan ekonomi masyarakat.

ADVERTISEMENT

Dalam perspektif urban governance, penataan reklame tidak dapat dipisahkan dari desain besar pembangunan kota. Reklame bukan hanya papan iklan. Ia adalah bagian dari ekonomi visual kota (urban visual economy) yang di banyak kota besar dunia justru diintegrasikan dengan identitas kawasan, aktivitas ekonomi, dan city branding.
Kita bisa belajar dari banyak kota global.

Di Singapura, media luar ruang diatur sangat ketat, tetapi terintegrasi
dengan masterplan visual kota yang jelas. Di Tokyo, kawasan komersial justru diberi ruang ekspresi visual yang dinamis melalui reklame digital dan pencahayaan urban. Sementara di New York, Times Square bahkan menjadikan media luar ruang sebagai identitas ekonomi dan daya tarik wisata kota.
Artinya, persoalan utamanya bukan pada ada atau tidaknya reklame, tetapi pada bagaimana kota mendesain ekosistem visualnya secara cerdas.

Dalam konteks Bandung, tantangan yang muncul hari ini bukan hanya soal penertiban, melainkan kompleksitas birokrasi dan belum terlihatnya arah visual kota secara utuh. Dari alur perizinan yang beredar, terlihat bahwa pengurusan reklame harus melewati banyak tahapan dan melibatkan berbagai OPD secara berlapis. Di satu sisi, ini menunjukkan adanya kehati-hatian pemerintah. Namun di sisi lain, model birokrasi yang terlalu panjang berpotensi menimbulkan:

*ketidakpastian usaha,
*biaya transaksi tinggi,
*multitafsir kebijakan,
*dan ketergantungan antar-instansi.

Dalam teori tata kelola modern, regulasi yang baik seharusnya bergerak menuju prinsip: simplify, integrate, and provide certainty.

Karena dunia usaha hidup bukan hanya dari izin, tetapi dari kepastian.
Di titik inilah pemerintah kota perlu mulai melihat bahwa masa depan tata kelola reklame tidak cukup hanya dibangun melalui pendekatan administratif. Kota membutuhkan pendekatan ekosistem. Penataan reklame harus menjadi bagian dari desain besar kota:

*kawasan mana yang menjadi koridor heritage,
*mana yang menjadi zona digital,
*mana kawasan premium visual,
*mana ruang kreatif urban,
*dan bagaimana semua itu terintegrasi dengan identitas Bandung sebagai kota kreatif.

RELATED POSTS

Panda Dimsum

AETHIC OF RESPONSIBILITY

BANDUNG UNTUK SIAPA ?

“Paradoks Akhir Ramadhan” Tradisi Yang Mengeser Esensi

“SAAT AYAH PULANG KEPADA MAKNA “

Tanpa arah tersebut, regulasi akan terasa parsial dan reaktif. Kota terlihat sibuk mengatur prosedur, tetapi masyarakat belum benar-benar memahami visi akhirnya.

Dari perspektif stakeholder kota, persoalan reklame juga tidak bisa dilihat secara hitam-putih antara pemerintah dan pengusaha. Di dalam ekosistem reklame terdapat:

*tenaga kerja,
*UMKM percetakan,
*industri kreatif,
*vendor konstruksi,
*sektor pajak daerah,

hingga pelaku ekonomi kecil yang hidup dari rantai industri tersebut.
Karena itu, pendekatan kebijakan yang terlalu administratif tanpa roadmap transisi berpotensi melahirkan kegelisahan sosial-ekonomi di lapangan.

Page 1 of 2
12Next
Tags: OpiniSubchan Daragana
ShareTweetSend

Related Posts

Panda Dimsum
Berita Utama

Panda Dimsum

7 Mei 2026 07:02
AETHIC OF RESPONSIBILITY
Opini

AETHIC OF RESPONSIBILITY

2 Mei 2026 14:52
BANDUNG UNTUK SIAPA ?
Opini

BANDUNG UNTUK SIAPA ?

1 Mei 2026 20:21
“Paradoks Akhir Ramadhan” Tradisi Yang Mengeser Esensi
Berita Utama

“Paradoks Akhir Ramadhan” Tradisi Yang Mengeser Esensi

15 Mar 2026 21:02
“SAAT AYAH PULANG KEPADA MAKNA “
Berita Utama

“SAAT AYAH PULANG KEPADA MAKNA “

13 Mar 2026 04:38
WA’AFU “( AMPUNAN YANG MENGHAPUS JEJAK)
Berita Utama

WA’AFU “( AMPUNAN YANG MENGHAPUS JEJAK)

11 Mar 2026 08:56

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
TERBARU NIH! Cimory Bandung Buka Loker Helper Gudang Buat Lulusan SMA

TERBARU NIH! Cimory Bandung Buka Loker Helper Gudang Buat Lulusan SMA

7 Mei 2026 17:27
YUK DAFTAR! PT Kahatex Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

YUK DAFTAR! PT Kahatex Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

8 Mei 2026 15:25
Info Loker BUMN: KAI Services Bandung Buka Lowongan Buat Lulusan SMA SMK

Info Loker BUMN: KAI Services Bandung Buka Lowongan Buat Lulusan SMA SMK

7 Mei 2026 16:55
Ada 5 Posisi, PT Medion Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

Ada 5 Posisi, PT Medion Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

28 Apr 2026 15:29
The Bureaucratic Labyrinth

The Bureaucratic Labyrinth

0
Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada

Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada

0
Juventus Dikecam Media Italia Usai Dipermalukan Como

Cesc Fabregas Tak Tutup Peluang Latih Real Madrid di Masa Depan

0
Antonio Conte Tegaskan Komitmen Jangka Panjang Bersama Napoli

Antonio Conte: Hojlund Punya Potensi Besar di Napoli

0
The Bureaucratic Labyrinth

The Bureaucratic Labyrinth

13 Mei 2026 07:49
Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada

Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada

13 Mei 2026 06:48
Juventus Dikecam Media Italia Usai Dipermalukan Como

Cesc Fabregas Tak Tutup Peluang Latih Real Madrid di Masa Depan

13 Mei 2026 00:42
Antonio Conte Tegaskan Komitmen Jangka Panjang Bersama Napoli

Antonio Conte: Hojlund Punya Potensi Besar di Napoli

13 Mei 2026 00:21
  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Sertifikat JMSI
Hubungi Kami : [email protected]

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Opini
  • Indeks Berita

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.