TERASJABAR.ID – Suasana berbeda terasa di Lapas Kelas IIB Majalengka pada peringatan Hari Raya Idul Adha 1447 H, Rabu (27/05/2026). Ratusan warga binaan mengikuti shalat Idul Adha dengan khidmat di lapangan dalam lapas.
Berbeda dengan perayaan di luar yang biasanya meriah dan ramai, perayaan di dalam lingkungan penjara tahun ini berlangsung dengan sangat sederhana, namun penuh kekhidmatan dan makna mendalam bagi seluruh warga binaan maupun petugas yang hadir.
Sejak pagi buta, ratusan warga binaan sudah terlihat bersiap diri. Mereka mengenakan pakaian muslim yang rapi dan bersih, berjalan tertib menuju halaman tengah blok hunian yang sudah disiapkan menjadi tempat pelaksanaan Salat Id. Meski ruang gerak terbatas dan berada di balik pagar pembatas, semangat mereka untuk merayakan hari raya kurban ini terasa sama besarnya dengan umat Islam di luar sana. Takbir berkumandang mengiringi pelaksanaan shalat Id yang dipimpin oleh Kyai Umar dari Kementrian Agama Kabupaten Majalengka. Petugas lapas turut mendampingi jalannya kegiatan.
Kepala Lapas Kelas IIB Majalengka, Rian Firmansyah, mengatakan perayaan Idul Adha di dalam lapas bertujuan memberikan pembinaan mental dan spiritual bagi warga binaan.
“Kegiatan ini menjadi momentum bagi warga binaan untuk introspeksi diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kami ingin mereka tetap merasakan suasana hari raya meskipun berada di dalam lapas,” ujarnya.

Usai shalat Id, acara dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban. Tahun ini, Lapas Kelas IIB Majalengka menerima dua ekor sapi dari pegawai lapas yang sengaja ingin berkurban di lingkungan lapas dan tujuh ekor kambing dari Pemerintah daerah, kejaksaan, Polres, dan Kemenag Majalengka.
Proses penyembelihan dilakukan sesuai syariat islam dan diawasi oleh petugas kesehatan hewan.
Daging kurban kemudian dibagikan kepada seluruh warga binaan serta sebagian disalurkan kepada keluarga para petugas lapas.
“Daging kurban ini kami bagikan kepada seluruh warga binaan dalam bentuk daging matang. Daging sengaja kita masak dan dibagikan kepada mereka setelah matang, ini cukup untuk 2 sampai 3 hari kedepan bagi 335 warga binaan yang ada di Lapas majalengka”, ujar Rian.
Salah seorang warga binaan, mengaku bersyukur masih bisa merasakan suasana Idul Adha bersama walaupun dalam keadaan terbatas.
“Walau jauh dari keluarga, kami merasa tenang bisa shalat berjamaah dan ikut merasakan daging kurban di sini. Semoga ini jadi pengingat untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” katanya.
Kalapas berharap kegiatan keagamaan seperti ini dapat membantu proses pembinaan dan reintegrasi sosial warga binaan setelah bebas nanti.(*)
















