TERASJABAR.ID – Pemerintah Kota Bogor melibatkan buruh, serikat pekerja, perusahaan, dan organisasi profesi dalam aksi peduli lingkungan serta diskusi ketenagakerjaan untuk menjaga stabilitas industri dan kesejahteraan pekerja.
Peringatan Hari Buruh Internasional tingkat Kota Bogor tahun 2026 diawali kegiatan “Buruh Bebersih” di Situ Gede dan dilanjutkan diskusi ketenagakerjaan di Saung Dolken Cimahpar.
Kegiatan yang digelar Dinas Tenaga Kerja Kota Bogor tersebut mengusung tema “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja”.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyebut kolaborasi antara pemerintah, pekerja, dan perusahaan menjadi faktor penting dalam menjaga iklim usaha tetap kondusif.
“Kolaborasi dan sinergi antara pemerintah dengan pemberi kerja dan pekerja itu mutlak. Kenapa? Karena ini merupakan simbiosis mutualisme, semua saling membutuhkan,” ujar Dedie.
Menurutnya, stabilitas hubungan industrial diperlukan agar perusahaan dapat menjalankan usaha dengan baik sekaligus menjaga kesejahteraan pekerja.
Pemerintah Kota Bogor juga mendorong komunikasi yang sehat antarunsur ketenagakerjaan melalui forum diskusi yang melibatkan berbagai pihak, termasuk Persatuan Wartawan Indonesia dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.
“Nah, itu adalah kondisi-kondisi yang tentu memerlukan peran pemerintah,” katanya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bogor Adi Novan mengatakan pekerja memiliki kontribusi besar dalam mendukung keberhasilan program pemerintah dan pertumbuhan ekonomi daerah.














