Advertisement

33 Titik Longsor Ditemukan Pasca-Banjir Bandang Lebak

33 Titik Longsor Ditemukan Pasca-Banjir Bandang Lebak
Foto/Seksi Pengelolaan Taman Nasional TNGHS Lebak
Editor: Dea Hot News —Rabu, 8 Januari 2020 16:08 WIB

Terasjabar.id - Pasca-banjir bandang yang menerjang Kabupaten Lebak, Banten, menimbulkan puluhan titik longsor di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah 1 Lebak. Longsor tersebut itulah yang menimbulkan banjir bandang di enam kecamatan.

"Jenis tanah di Kabupaten Lebak terutama di kawasan TNGHS adalah Podsolik dan Latosol yang memiliki tekstur tanah peka terhadap erosi," kata Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN )TNGHS Lebak, Siswoyo, kepada wartawan, yang dikutip dari sindonews.com, Rabu (8/1/2020).

Siswoyo mengungkapkan, berdasarkan hasil pemetaan sementara terdapat 33 titik longsor yang menutupi sepanjang aliran sungai Ciberang dan 4 sungai lainnya di Kabupaten Lebak.

"Sehingga menumpuk dan membawa material tanah, batang pohon, material bangunan rumah, jembatan yang terbawa longsor, dan material lainnya dari mulai hulu sungai Blok Cibuluh sampai dengan hilir Kecamatan Sajira dengan panjang sungaikurang lebih 38,9 Km," ungkap Siswoyo.

Selain tanah longsor, banjir bandang yang terjadi karena intensitas hujan yang tinggi pada 31 Desember 2019 dan merupakan intensitas tertinggi selama 52 tahun terakhir sesuai peryataan BMKG. "Berdasarkan peta kerawanan longsor yang bersumber dari Ditjen PDAS HL tahun 2014, bahwa kawasan TNGHS terutama di lokasi kejadian termasuk criteria sangat rawan," tandasnya. 

33 Titik Longsor Lebak Pasca-Banjir Bandang Lebak Banten


Related Post



Loading...