TERASJABAR.ID – Pernah merasa tubuh sudah sangat lelah, namun pikiran tetap aktif ketika hendak tidur?
Berbagai hal seperti pekerjaan, keluarga, masa depan, hingga kejadian kecil sepanjang hari terus berputar tanpa henti di kepala.
Kondisi ini dikenal sebagai overthinking dan sering menjadi pemicu utama sulit tidur atau insomnia.
Jika dibiarkan, bukan hanya kualitas istirahat yang terganggu, tetapi juga kesehatan mental dan fisik dapat terpengaruh.
Menurut penelitian National Sleep Foundation, aktivitas pikiran yang berlebihan sebelum tidur dapat meningkatkan kewaspadaan otak sehingga tubuh sulit memasuki fase istirahat.
Saat seseorang terus berpikir, tubuh tetap berada dalam mode siaga yang ditandai dengan meningkatnya hormon stres, detak jantung lebih cepat, otot menegang, serta terganggunya produksi melatonin yang berfungsi membantu tidur.
Beberapa faktor pemicu overthinking antara lain stres pekerjaan, kecemasan, kebiasaan menggunakan gawai sebelum tidur, pola tidur yang tidak teratur, hingga pengalaman emosional tertentu.
Untuk mengatasinya, psikolog merekomendasikan beberapa cara seperti menuliskan semua isi pikiran atau brain dump agar beban mental berkurang, serta menjadwalkan waktu khusus untuk memikirkan masalah di luar waktu tidur.
Selain itu, teknik pernapasan dalam dapat membantu menenangkan sistem saraf, sekaligus membatasi penggunaan gadget sebelum tidur dapat meningkatkan produksi melatonin.
Membangun rutinitas tidur yang konsisten juga penting agar tubuh lebih mudah mengenali waktu istirahat.
Jika kondisi sulit tidur berlangsung lebih dari dua minggu atau disertai kelelahan berkepanjangan, sebaiknya segera berkonsultasi karena bisa menjadi tanda gangguan yang lebih serius seperti insomnia atau gangguan kecemasan.-***















