TERASJABAR.ID – Osteoporosis adalah kondisi ketika kepadatan tulang menurun sehingga tulang menjadi lebih rapuh dan mudah patah.
Penyakit ini sering berkembang secara perlahan dan kadang tidak menimbulkan gejala pada awalnya.
Banyak orang baru menyadari osteoporosis setelah mengalami nyeri punggung, postur tubuh membungkuk, atau patah tulang akibat benturan ringan.
Oleh karena itu, penting untuk mengetahui penyebab osteoporosis agar kesehatan tulang dapat dijaga sejak dini.
Baca Juga: Buat Lulusan SMA SMK! Elita Bandung Buka Loker Pramuniaga
Kekurangan Kalsium dan Vitamin D
Salah satu faktor utama yang berkontribusi pada osteoporosis adalah kurangnya konsumsi kalsium serta vitamin D.
Kalsium sangat penting untuk mempertahankan kekuatan struktur tulang, sedangkan vitamin D mendukung tubuh dalam penyerapan kalsium secara efektif.
Ketika kedua nutrisi ini tidak tersedia dalam jumlah yang cukup dalam jangka waktu yang lama, kepadatan tulang dapat mengalami penurunan bertahap.
Kurangnya Aktivitas Fisik
Bergerak sedikit juga dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya osteoporosis.
Tulang memerlukan dorongan dari aktivitas fisik untuk tetap kokoh.
Jika seseorang tidak rutin berolahraga atau terlalu banyak menghabiskan waktu duduk, tulang dan otot dapat menjadi semakin lemah.
Bertambahnya Usia dan Perubahan pada Hormon
Dengan bertambahnya usia, kepadatan tulang cenderung menurun secara alami.
Risiko osteoporosis umumnya meningkat pada orang tua, khususnya wanita pasca menopause.
Ini disebabkan oleh penurunan kadar hormon estrogen, yang berperan penting dalam mempertahankan kepadatan tulang.***

















