terasjabar.id
Rabu, 29 April 2026
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
No Result
View All Result
terasjabar.id
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
Rabu, 29 April 2026
No Result
View All Result
terasjabar.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama

“Paradoks Akhir Ramadhan” Tradisi Yang Mengeser Esensi

Herman by Herman
15 Mar 2026 21:02
in Berita Utama, Opini
Reading Time: 4 mins read
A A
0
“Paradoks Akhir Ramadhan” Tradisi Yang Mengeser Esensi

Oleh : Subchan daragana

Ada sesuatu yang selalu terasa ganjil setiap akhir Ramadhan.
Masjid mulai sepi.
Mall justru semakin ramai.
Di sepuluh malam terakhir, malam yang diyakini menyimpan kemungkinan Lailatul Qadr, sebagian orang justru sibuk di jalan, di pusat perbelanjaan, atau di perjalanan mudik yang panjang.

Padahal Rasulullah ﷺ mencontohkan sesuatu yang sangat berbeda.
Dalam riwayat Aishah binti Abu Bakr disebutkan:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ الأَوَاخِرُ أَحْيَا اللَّيْلَ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ وَشَدَّ مِئْزَرَهُ
“Apabila masuk sepuluh malam terakhir Ramadhan, Rasulullah menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, dan bersungguh-sungguh dalam ibadah.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Bagi Nabi, sepuluh malam terakhir adalah puncak spiritual.
Bagi sebagian umat hari ini, sepuluh malam terakhir justru menjadi puncak logistik lebaran.
Tiket mudik.
Belanja baju baru.
Menyiapkan THR.
Mengatur perjalanan pulang kampung.

Pertanyaannya sederhana namun menggelisahkan:
Mengapa momentum spiritual paling tinggi dalam Islam justru berubah menjadi musim paling sibuk secara duniawi?

Di sinilah kita menemukan sebuah paradoks.
Ramadhan adalah bulan menahan diri, menyederhanakan hidup, dan mendekatkan hati kepada Allah. Tetapi menjelang akhirnya, atmosfer masyarakat justru berubah menjadi sangat konsumtif.
Diskon “Ramadhan sale”.
Iklan pakaian lebaran.
Promo besar-besaran di pusat perbelanjaan.
Secara perlahan, fokus umat bergeser.
Dari pencarian Lailatul Qadr menuju persiapan hari raya.

Padahal Al-Qur’an menggambarkan malam yang sedang kita kejar itu dengan cara yang sangat luar biasa.

Allah berfirman:
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
“Lailatul Qadr lebih baik dari seribu bulan.”
(QS. Al-Qadr: 3)
Seribu bulan berarti lebih dari delapan puluh tahun.

Artinya satu malam itu nilainya lebih besar dari seluruh umur manusia dalam ukuran pahala.

Ironisnya, pada malam-malam yang mungkin lebih berharga dari umur kita sendiri, sebagian dari kita justru sedang berdiri di antrean kasir pusat perbelanjaan.

Fenomena ini sebenarnya sudah lama disadari oleh para ulama.
Seorang ulama besar, Ibn Rajab al-Hanbali, dalam kitab Latha’if al-Ma’arif menulis bahwa para salaf justru mencurahkan seluruh energi ibadah mereka pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.

Bagi mereka, ini bukan fase penutup yang santai.
Ini adalah fase penentuan.
Sementara itu seorang tabi’in besar, Hasan al-Basri, pernah mengingatkan dengan kalimat yang sangat tajam ” betapa buruknya suatu kaum yang hanya mengenal Allah di bulan Ramadhan.”

Ucapan itu terasa semakin relevan hari ini.
Karena bukan hanya setelah Ramadhan berakhir kita kembali sibuk dengan dunia bahkan sebelum Ramadhan selesai pun sebagian dari kita sudah mulai meninggalkan suasana ibadahnya.

Namun di tengah kritik terhadap fenomena ini, kita juga perlu memahami satu hal penting.
Islam memang tidak melarang kegembiraan di hari raya.

Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ لِكُلِّ قَوْمٍ عِيدًا وَهَذَا عِيدُنَا
“Setiap kaum memiliki hari raya, dan ini adalah hari raya kita.”
(HR. Bukhari)

Hari raya memang hari kegembiraan.
Hari silaturahmi.
Hari berbagi.
Tetapi kegembiraan itu datang setelah perjuangan spiritual selesai, bukan menggantikan perjuangan itu.
Di sinilah muncul pertanyaan yang lebih menarik.

Jika berbicara tentang pesta, jamuan makan, dan perayaan bersama keluarga, sebenarnya tradisi itu lebih dekat dengan Idul Adha daripada Idul Fitri.

Pada Idul Adha ada qurban.
Ada pembagian daging.
Ada makan bersama.

RELATED POSTS

Ramadhan sebagai Kampus Kehidupan, Idul Fitri sebagai Wisuda

Setelah Ramadhan Kembali ke Kebiasaan Lama

Idul Fitri, Tradisi Mudik, dan Syiar Nusantara

Ramadhan dan Kondisi Pers Kita

Manfaat Puasa Ramadhan Bagi Tubuh, Ternyata Sehat Banget!

ADVERTISEMENT

Al-Qur’an bahkan secara eksplisit memerintahkan:
فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ
“Makanlah sebagian darinya dan berikanlah kepada orang yang membutuhkan.”
(QS. Al-Hajj: 28)

Bahkan Rasulullah ﷺ menyebut hari-hari setelah Idul Adha sebagai hari makan dan minum.
أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرِ اللَّهِ
“Hari-hari tasyriq adalah hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah.”
(HR. Muslim)

Ini menunjukkan bahwa secara struktur ibadah, Idul Adha memang memiliki unsur sosial dan jamuan yang sangat kuat.
Sedangkan Idul Fitri sebenarnya memiliki makna yang jauh lebih kontemplatif.

Ia adalah simbol kembali kepada kesucian setelah perjalanan spiritual yang panjang.
Dalam tradisi para ulama salaf, akhir Ramadhan justru bukan suasana pesta.
Ia adalah suasana haru.

Diriwayatkan bahwa para ulama terdahulu menangis ketika Ramadhan berakhir. Bukan karena lelah berpuasa, tetapi karena takut amal mereka tidak diterima.

Mereka bahkan memiliki tradisi doa yang sangat menarik: enam bulan sebelum Ramadhan mereka berdoa agar dipertemukan dengan Ramadhan, dan enam bulan setelahnya mereka berdoa agar Ramadhan mereka diterima.

Bandingkan dengan suasana kita hari ini.
Ramadhan belum selesai, tetapi pikiran kita sudah sibuk dengan jadwal perjalanan, daftar belanja, dan persiapan hari raya.
Bukan berarti semua itu salah.
Mudik adalah silaturahmi.
Memberi hadiah kepada keluarga adalah kebaikan.
Memakai pakaian terbaik di hari raya adalah sunnah.

Namun yang patut kita renungkan adalah proporsinya.
Apakah kita lebih sibuk menyiapkan hari raya daripada menyiapkan akhir Ramadhan?
Karena jika Ramadhan adalah tamu agung, maka sepuluh malam terakhir adalah saat-saat terakhir kita bersamanya.

Dan mungkin pertanyaan paling jujur yang perlu kita ajukan kepada diri sendiri adalah ini:
Mengapa kita begitu sibuk menyambut hari raya,
tetapi tidak terlalu sedih ketika Ramadhan pergi?
Padahal mungkin di malam-malam terakhir itulah Allah sedang menurunkan rahmat terbesar-Nya.

Dan bisa jadi di antara suara kendaraan mudik dan hiruk pikuk pusat perbelanjaan Lailatul Qadr lewat begitu saja tanpa kita sadari.
Karena kita terlalu sibuk menyiapkan pesta.
Padahal yang sedang pergi adalah bulan yang mungkin tidak akan pernah kembali dalam hidup kita. 🌙

Tags: RamadhanSubchan Daragana
ShareTweetSend

Related Posts

Ramadhan sebagai Kampus Kehidupan, Idul Fitri sebagai Wisuda
Berita Utama

Ramadhan sebagai Kampus Kehidupan, Idul Fitri sebagai Wisuda

7 Apr 2026 05:46
Setelah Ramadhan Kembali ke Kebiasaan Lama
Berita Utama

Setelah Ramadhan Kembali ke Kebiasaan Lama

19 Mar 2026 05:37
Idul Fitri, Tradisi Mudik, dan Syiar Nusantara
Berita Utama

Idul Fitri, Tradisi Mudik, dan Syiar Nusantara

18 Mar 2026 03:29
Ramadhan dan Kondisi Pers Kita
Berita Utama

Ramadhan dan Kondisi Pers Kita

16 Mar 2026 15:54
Manfaat Puasa Ramadhan Bagi Tubuh, Ternyata Sehat Banget!
Lifestyle

Manfaat Puasa Ramadhan Bagi Tubuh, Ternyata Sehat Banget!

14 Mar 2026 16:26
“SAAT AYAH PULANG KEPADA MAKNA “
Berita Utama

“SAAT AYAH PULANG KEPADA MAKNA “

13 Mar 2026 04:38
Next Post
Anggota DPRD Kabupaten Bandung Hadiat Santuni Anak Yatim dan Jompo, Tawarkan Program Bapak Asuh

Anggota DPRD Kabupaten Bandung Hadiat Santuni Anak Yatim dan Jompo, Tawarkan Program Bapak Asuh

Tragis, Seorang Pemotor Tewas Tergilas Trailer di Jalan Bandung-Garut

Tragis, Seorang Pemotor Tewas Tergilas Trailer di Jalan Bandung-Garut

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
TERBARU! Timezone Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA dan SMK

TERBARU! Timezone Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA dan SMK

26 Apr 2026 08:00
Ada 5 Posisi, PT Medion Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

Ada 5 Posisi, PT Medion Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

28 Apr 2026 15:29
TERBARU! Hangry Bandung Buka Loker Crew Outlet Buat Lulusan SMA SMK

TERBARU! Hangry Bandung Buka Loker Crew Outlet Buat Lulusan SMA SMK

26 Apr 2026 11:17
Ada 3 Posisi! Yogya Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

Ada 3 Posisi! Yogya Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

29 Apr 2026 16:57
Kejari Kuningan Musnahkan Ribuan Obat-obatan Terlarang, Sabu-sabu dan Ekstasi

Kejari Kuningan Musnahkan Ribuan Obat-obatan Terlarang, Sabu-sabu dan Ekstasi

0
Divonis 2,5 Tahun Penjara Atas Ujaran Kebencian, Resbob : Saya Pikir-pikir Dulu

Divonis 2,5 Tahun Penjara Atas Ujaran Kebencian, Resbob : Saya Pikir-pikir Dulu

0
Dishub Percepat Pemerataan Penerangan di 17 Ruas Jalan Prioritas

Dishub Percepat Pemerataan Penerangan di 17 Ruas Jalan Prioritas

0
Mulai 30 April, Rekayasa Lalu Lintas di Kawasan Gedung Sate Berlaku

Mulai 30 April, Rekayasa Lalu Lintas di Kawasan Gedung Sate Berlaku

0
Kejari Kuningan Musnahkan Ribuan Obat-obatan Terlarang, Sabu-sabu dan Ekstasi

Kejari Kuningan Musnahkan Ribuan Obat-obatan Terlarang, Sabu-sabu dan Ekstasi

29 Apr 2026 22:21
Divonis 2,5 Tahun Penjara Atas Ujaran Kebencian, Resbob : Saya Pikir-pikir Dulu

Divonis 2,5 Tahun Penjara Atas Ujaran Kebencian, Resbob : Saya Pikir-pikir Dulu

29 Apr 2026 20:32
Dishub Percepat Pemerataan Penerangan di 17 Ruas Jalan Prioritas

Dishub Percepat Pemerataan Penerangan di 17 Ruas Jalan Prioritas

29 Apr 2026 18:09
Mulai 30 April, Rekayasa Lalu Lintas di Kawasan Gedung Sate Berlaku

Mulai 30 April, Rekayasa Lalu Lintas di Kawasan Gedung Sate Berlaku

29 Apr 2026 18:04
  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Sertifikat JMSI
Hubungi Kami : [email protected]

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Opini
  • Indeks Berita

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.