terasjabar.id
Selasa, 9 Juni 2026
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
No Result
View All Result
terasjabar.id
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
Selasa, 9 Juni 2026
No Result
View All Result
terasjabar.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama

PERSIB SABUBUKNA

Herman by Herman
18 Mei 2026 13:25
in Berita Utama, Opini
Reading Time: 4 mins read
A A
0
PERSIB SABUBUKNA

“Ketika Klub Menjadi IDENTITAS Sosial”

Oleh : Subchan Daragana / Bobotoh / Akademisi ilmu Komunikasi UBakrie

Di banyak kota, klub sepak bola mungkin hanya sebatas tim yang bermain sembilan puluh menit di lapangan. Menang dirayakan, kalah dilupakan. Namun di Jawa Barat, terutama bagi urang Bandung, Persib Bandung bukan sekadar klub bola. Persib adalah identitas, emosi, kenangan, bahkan bagian dari perjalanan hidup banyak orang.

Ada sesuatu yang sulit dijelaskan secara logika ketika berbicara tentang Persib. Ia tidak hanya hidup di stadion, tetapi juga di obrolan warung kopi, di gang-gang kecil kampung, di layar televisi keluarga, di media sosial, hingga di hati orang-orang yang mungkin sudah lama meninggalkan tanah Pasundan.
Persib bukan hanya tentang sepak bola. Persib adalah tentang rasa memiliki.

Saya masih mengingat satu momen puluhan tahun lalu. Saat itu usia saya sekitar 14 tahun. Bersama ayah saya, saya menyaksikan pertandingan Persib melawan Perseman Manokwari di Stadion Utama Senayan, yang sekarang dikenal sebagai Gelora Bung Karno. Di tengah lautan manusia berbaju biru, saya belum benar-benar memahami taktik permainan atau strategi sepak bola. Namun saya merasakan sesuatu yang lebih besar: kebanggaan.

Ada getaran yang berbeda ketika ribuan orang bersorak menyebut nama Persib. Saya melihat bagaimana sebuah klub mampu menyatukan orang-orang dari berbagai usia, berbagai latar belakang, dan berbagai kelas sosial dalam satu rasa yang sama.

Hari ini, sekitar 41 tahun berselang, saya berdiri pada fase kehidupan yang berbeda. Kini saya datang bersama anak-anak saya. Bersama mereka, saya bersiap menyaksikan langsung kemungkinan Persib juara untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.

Di titik itu saya sadar, Persib bukan sekadar klub yang berpindah dari satu generasi ke generasi berikutnya. Persib adalah warisan emosional.

Dulu saya datang bersama ayah saya. Hari ini saya datang bersama anak-anak saya. Dan mungkin suatu hari nanti, anak-anak saya akan membawa anak-anak mereka untuk meneriakkan nama yang sama: Persib.

Itulah mengapa Persib sulit dijelaskan hanya dengan statistik pertandingan atau posisi klasemen. Karena hubungan masyarakat Jawa Barat dengan Persib bukan hubungan rasional antara penonton dan klub olahraga. Hubungan itu bersifat emosional dan kultural.

Persib telah menjadi simbol kolektif masyarakat Jawa Barat.
Tidak semua warga Jawa Barat lahir di Bandung. Tidak semua tinggal di Bandung. Bahkan banyak yang hidup di luar Jawa Barat, di luar pulau, bahkan di luar negeri. Namun ketika Persib bermain, ada rasa yang tetap sama: rasa pulang.

Di perantauan, jersey Persib sering menjadi penanda identitas. Ketika dua orang asing bertemu di kota lain dan sama-sama memakai atribut Persib, percakapan terasa lebih mudah dimulai. Ada rasa persaudaraan yang muncul tanpa perlu dijelaskan panjang.

Karena bagi banyak orang, mendukung Persib bukan hanya soal sepak bola. Itu adalah cara untuk tetap terhubung dengan akar budaya dan identitas daerahnya.

Menariknya lagi, Persib mampu menembus hampir seluruh segmen masyarakat. Anak kecil mengenal Persib dari ayahnya. Orang tua tetap mengikuti Persib hingga usia senja. Buruh, mahasiswa, pedagang, pejabat, hingga pekerja kantoran dapat berdiri berdampingan mengenakan warna biru yang sama.

Di titik inilah Persib berubah dari sekadar klub menjadi identitas sosial.

Dalam perspektif perilaku konsumen modern, sesuatu yang dicintai secara emosional akan menjadi bagian dari diri seseorang. Orang tidak lagi hanya “mendukung” Persib, tetapi merasa menjadi bagian dari Persib itu sendiri.

Ketika Persib menang, banyak orang merasa harga dirinya ikut terangkat. Ketika Persib kalah, ada kesedihan yang terasa personal. Bahkan tidak sedikit yang rela menempuh perjalanan jauh, menghabiskan waktu, tenaga, dan biaya hanya untuk menyaksikan Persib bermain secara langsung.

ADVERTISEMENT

Secara logika mungkin itu sulit dipahami. Namun begitulah identitas bekerja. Ia tidak dibangun oleh rasionalitas semata, tetapi oleh kenangan, pengalaman, dan rasa memiliki.
Di era media sosial hari ini, identitas itu justru semakin kuat.

Persib tidak hanya hidup di stadion, tetapi juga di TikTok, Instagram, YouTube, dan ruang digital lainnya. Bobotoh generasi baru mungkin tidak mengalami masa Perserikatan, tetapi mereka tetap memiliki kebanggaan yang sama ketika mengenakan jersey biru atau menyanyikan chant Persib.

Persib akhirnya menjadi bahasa bersama yang melampaui usia dan generasi.

RELATED POSTS

The Future of SalesIs Problem Solving

Drawing ASEAN Club Championship Shopee Cup, Persib dan Borneo FC Siap Bersaing di Panggung Asia Tenggara

OH… MBG, Viral Lagunya, Viral Beritanya

KURIKULUM BAHASA PERANCIS ATAU PESAN DIPLOMATIK )

Lima trofi Dipajang di Balai untuk ASN Berfoto

Mungkin itu sebabnya Persib tidak pernah benar-benar sekadar sepak bola.

Ia adalah cerita tentang ayah dan anak.

Tentang kota dan kenangan.

Tentang kebanggaan menjadi bagian dari Jawa Barat.
Dan tentang sebuah nama yang terus hidup dari generasi ke
generasi:

PERSIB Sabubukna !!!

Tags: PersibSubchan Daragana
ShareTweetSend

Related Posts

The Future of SalesIs Problem Solving
Berita Utama

The Future of SalesIs Problem Solving

8 Jun 2026 09:19
Drawing ASEAN Club Championship Shopee Cup, Persib dan Borneo FC Siap Bersaing di Panggung Asia Tenggara
Sport

Drawing ASEAN Club Championship Shopee Cup, Persib dan Borneo FC Siap Bersaing di Panggung Asia Tenggara

5 Jun 2026 23:50
OH… MBG, Viral Lagunya, Viral Beritanya
Opini

OH… MBG, Viral Lagunya, Viral Beritanya

4 Jun 2026 07:57
KURIKULUM BAHASA PERANCIS ATAU PESAN DIPLOMATIK )
Berita Utama

KURIKULUM BAHASA PERANCIS ATAU PESAN DIPLOMATIK )

3 Jun 2026 07:25
Lima trofi Dipajang di Balai untuk ASN Berfoto
News

Lima trofi Dipajang di Balai untuk ASN Berfoto

25 Mei 2026 16:00
Persib Pecahkan Rekor, Pertama Dalam Sejarah
Berita Utama

Persib Pecahkan Rekor, Pertama Dalam Sejarah

25 Mei 2026 11:21
Next Post
Didominasi Perempuan dan Lansia, 500 Jemaah Haji Kabupaten Bandung dapat “Kadeudeuh” dari KDS

Didominasi Perempuan dan Lansia, 500 Jemaah Haji Kabupaten Bandung dapat “Kadeudeuh” dari KDS

Kemnaker Siapkan Pelatihan Berbasis AI bagi 3.100 Pemuda di Padang dan Sekitarnya

Kemnaker Siapkan Pelatihan Berbasis AI bagi 3.100 Pemuda di Padang dan Sekitarnya

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gaji 5,5 Juta! PT Lotus Lingga Pratama Bandung Buka Loker Staff Produksi

Gaji 5,5 Juta! PT Lotus Lingga Pratama Bandung Buka Loker Staff Produksi

5 Jun 2026 16:11
Gaji 3,5 Juta! PT Jaya Utama Perkasa Bandung Buka Loker Admin Produksi

Gaji 3,5 Juta! PT Jaya Utama Perkasa Bandung Buka Loker Admin Produksi

30 Mei 2026 16:19
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejaksaan Pukul 4 Subuh dari Rumahnya

Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejaksaan Pukul 4 Subuh dari Rumahnya

3 Jun 2026 11:30
Buat Lulusan SMA SMK! PT Knitto Tekstil Bandung Buka Loker Operator Gudang

Buat Lulusan SMA SMK! PT Knitto Tekstil Bandung Buka Loker Operator Gudang

7 Jun 2026 16:24
Menkop Tekankan Pentingnya Koperasi Masuk Ekosistem Industri Gula

Menkop Tekankan Pentingnya Koperasi Masuk Ekosistem Industri Gula

0
Menkop Tekankan Pentingnya Koperasi Masuk Ekosistem Industri Gula

Menkop Tekankan Pentingnya Koperasi Masuk Ekosistem Industri Gula

0
Pulang Dari Tanah Suci, Walikota Tasikmalaya Viman Alfarizi, Digempur Unjukrasa Puluhan Mahasiswa HMI

Pulang Dari Tanah Suci, Walikota Tasikmalaya Viman Alfarizi, Digempur Unjukrasa Puluhan Mahasiswa HMI

0
Kepulangan 445 Jamaah Haji Kloter 08 Kuningan Disambut Haru Keluarga

Kepulangan 445 Jamaah Haji Kloter 08 Kuningan Disambut Haru Keluarga

0
Menkop Tekankan Pentingnya Koperasi Masuk Ekosistem Industri Gula

Menkop Tekankan Pentingnya Koperasi Masuk Ekosistem Industri Gula

8 Jun 2026 23:02
Masih Banyak yang Gak Tahu! Ini Penyebab Flek Hitam pada Wajah

Masih Banyak yang Gak Tahu! Ini Penyebab Flek Hitam pada Wajah

8 Jun 2026 23:00
Menkop Tekankan Pentingnya Koperasi Masuk Ekosistem Industri Gula

Menkop Tekankan Pentingnya Koperasi Masuk Ekosistem Industri Gula

8 Jun 2026 22:56
Pulang Dari Tanah Suci, Walikota Tasikmalaya Viman Alfarizi, Digempur Unjukrasa Puluhan Mahasiswa HMI

Pulang Dari Tanah Suci, Walikota Tasikmalaya Viman Alfarizi, Digempur Unjukrasa Puluhan Mahasiswa HMI

8 Jun 2026 22:26

Teras Arsip

  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Sertifikat JMSI
Hubungi Kami : [email protected]

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Opini
  • Indeks Berita

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.