TERASJABAR.ID – Brittle diabetes adalah kondisi diabetes yang ditandai dengan fluktuasi kadar gula darah yang sangat cepat dan tidak stabil, sehingga dapat dengan mudah naik maupun turun secara ekstrem.
Kondisi ini umumnya terjadi pada penderita diabetes yang tidak menjalani terapi insulin sesuai anjuran dokter serta tidak menerapkan pola hidup sehat.
Jenis diabetes ini lebih sering ditemukan pada penderita diabetes tipe 1, meski pada beberapa kasus juga dapat dialami oleh penderita diabetes tipe 2.
Ketidakstabilan gula darah pada kondisi ini dapat menyebabkan hiperglikemia (gula darah tinggi) maupun hipoglikemia (gula darah rendah) secara bergantian, yang berbahaya bagi kesehatan.
Dalam kasus yang berat, penderita brittle diabetes bisa membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit karena perubahan gula darah yang sangat ekstrem dapat mengancam jiwa.
Gejala hipoglikemia meliputi keringat dingin, tubuh gemetar, jantung berdebar cepat, pusing, dan kesulitan berkonsentrasi.
Sementara itu, hiperglikemia dapat menimbulkan rasa haus dan lapar berlebihan, mudah lelah, sakit kepala, penglihatan kabur, serta sering buang air kecil.
Jika tidak ditangani, kondisi hiperglikemia berat dapat berkembang menjadi ketoasidosis diabetik yang berisiko koma hingga kematian.
Penyebab utama kondisi ini adalah ketidakpatuhan terhadap pengobatan insulin, namun faktor lain seperti stres berat, gangguan pencernaan seperti gastroparesis atau penyakit celiac, serta gangguan hormonal seperti hipotiroidisme dan PCOS juga dapat meningkatkan risiko.
Untuk mencegahnya, penderita diabetes perlu menjaga kestabilan gula darah dengan mengikuti terapi dokter, rutin memantau kadar gula, serta menerapkan gaya hidup sehat seperti olahraga teratur, manajemen stres, pola makan seimbang, dan menjaga berat badan ideal.
Dalam beberapa kasus, penggunaan pompa insulin subkutan dapat membantu mengontrol pelepasan insulin secara otomatis agar kadar gula tetap stabil.-***
















