TERASJABAR.ID – Kadar gula darah tinggi atau hiperglikemia terjadi saat jumlah glukosa dalam darah berlebihan karena tubuh tidak memproduksi insulin yang cukup.
Jika berlangsung lama tanpa penanganan, kondisi ini dapat merusak organ penting seperti mata, saraf, ginjal dan pembuluh darah.
Masalah ini lebih sering dialami penderita diabetes, namun juga berisiko pada orang dengan obesitas, hipertensi, kolesterol tinggi, riwayat stroke, serangan jantung, infeksi berat, PCOS, atau faktor keturunan.
Seseorang dikatakan mengalami hiperglikemia bila gula darah puasa melebihi 125 mg/dL atau lebih dari 180 mg/dL dua jam setelah makan.
Gejalanya berkembang perlahan, bahkan kadang tidak terasa hingga kadar gula sangat tinggi.
Tanda umum meliputi sering haus dan buang air kecil akibat tubuh berusaha membuang kelebihan glukosa.
Kehilangan cairan dapat memicu dehidrasi yang menyebabkan sakit kepala, pusing, hingga lemas.
Tubuh juga mudah lelah karena tidak mampu menggunakan glukosa sebagai energi, serta sering merasa lapar.
Selain itu, penurunan berat badan tanpa sebab, penglihatan kabur, dan infeksi jamur yang berulang juga bisa terjadi.
Dalam jangka panjang, kerusakan saraf dapat menyebabkan nyeri atau kesemutan di kaki.
Luka pun menjadi sulit sembuh akibat terganggunya sirkulasi darah.
Penanganan meliputi pemeriksaan gula darah dan HbA1c, menjaga pola makan sehat, cukup minum, rutin berolahraga, serta penggunaan obat atau insulin jika diperlukan.
Deteksi dini sangat penting untuk mencegah komplikasi serius.-***














