TERASJABAR.ID – Program makan bergizi gratis (MBG) yang sedang gencar dilakukan oleh pemerintah untuk anak-anak sekolah akan tetapi dilakukan selama bulan Ramadan 2025.
Tentu para siswa yang beragama muslim melakukan ibadah puasa di bulan Ramadan 2025 dan tak bisa menyantap makan bergizi gratis di siang hari, jadi pemerintah membuat aturan baru agar makanan bisa dibungkus dan dibawa pulang dan dimakan saat waktu berbuka tiba.
Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, ia mengatakan saat bulan Ramadan MBG akan tetap dilaksanakan. Jadi kalau sekolah masuk maka program makan bergizi tetap dilaksanakan.
Tetapi mekanismenya berbeda seperti hari biasa, di mana kita akan berikan makan bergizi itu untuk dibawa pulang.
Untuk Menunya, Dadan mengatakan akan berbeda dari MBG sebelum puasa, jadi akan berbentuk makanan tidak masak segar.
Contohnya seperti susu, kemudian ada kurma, ada buah.
Kemudian bungkusan atau kemasannya nanti akan berbeda, nantinya akan menggunakan kantong. Kantong yang lama akan ditukarkan dengan kantong baru keesokan harinya untuk mendapatkan makanan.
- Sisi Gelap Keputusan AFC: Graham Arnold Ungkap Ketidakadilan Playoff Piala Dunia 2026 dan Empati untuk Indonesia
- Warga vs Pengembang Lahan For You Padel Tegang, DPRD dan BPN Turun Tangan Ukur Ulang
- KDS Usulkan Solusi Terpadu Banjir, Kemacetan, dan Konektivitas Wilayah ke Kementerian PU
- Waduh, Sampah di Pasar Sehat Cileunyi Menggunung, Sekda Jabar Diminta Turun Tangan
- Granat Sisa Perang Ditemukan Saat Menggali Tanah untuk Pembuatan Septictank
Jadi pada bulan Ramadan 2025 akan tetap ada makan bergizi gratis karena itu bagian yang penting dan bagian yang ditunggu oleh anak-anak,
Hal ini memungkinkan siswa yang berpuasa untuk menikmati makanan bergizi saat berbuka. Selain itu, menu makanan selama bulan Ramadan akan disesuaikan agar lebih tahan lama, namun tetap menjaga kandungan gizinya.
Dadan Hindayana juga menegaskan bahwa meskipun terdapat perubahan dalam mekanisme dan menu, tujuan utama program ini tetap untuk memastikan siswa mendapatkan asupan gizi yang cukup selama bulan suci
















