TERASJABAR.ID – Sebanyak 29 kasus serangan terhadap kapal sipil tercatat terjadi di wilayah Teluk Persia dan Selat Hormuz sejak ketegangan konflik yang melibatkan Iran meningkat.
Data tersebut disampaikan oleh Organisasi Maritim Internasional (IMO) di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui pernyataan resminya.
“Sebanyak 29 serangan terhadap kapal di Teluk Persia dan sekitar Selat Hormuz telah diverifikasi oleh IMO sejak awal konflik,” demikian IMO dalam pernyataannya.
IMO memastikan seluruh insiden tersebut telah melalui proses verifikasi sejak konflik mulai memanas.
Sekretaris Jenderal IMO, Arsenio Dominguez, menyampaikan kekhawatirannya terhadap kondisi para awak kapal yang masih terjebak di kawasan tersebut.
Ia menyoroti potensi krisis logistik, mengingat persediaan vital seperti air bersih, makanan, dan bahan bakar kian menipis.
Selain itu, Dominguez juga mengapresiasi negara-negara di sekitar wilayah konflik yang telah memberikan bantuan darurat bagi para pelaut yang terdampak.
Hingga kini, IMO terus berkoordinasi dengan negara anggota dan berbagai mitra untuk menyiapkan langkah evakuasi.
Rencana tersebut mencakup pendataan kapal yang terdampak serta penyusunan prioritas evakuasi berdasarkan kebutuhan kemanusiaan, dan akan dijalankan ketika kondisi keamanan memungkinkan.
Sebelumnya, pada awal April, tercatat 21 serangan yang menyebabkan 10 korban jiwa. Meski belum ada laporan tambahan korban, sekitar 20.000 pelaut dari 1.600 kapal masih terjebak. Situasi memanas usai serangan AS dan Israel ke Iran, meski gencatan senjata telah diumumkan.- ***
















