TERASJABAR.ID – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat program hilirisasi industri nasional yang tidak hanya menyasar industri besar, tetapi juga melibatkan industri kecil dan menengah (IKM).
Salah satu sektor yang didorong untuk meningkatkan nilai tambah adalah IKM pangan berbasis buah tropis khas Indonesia.
Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah dalam memperkuat struktur industri nasional melalui pengolahan bahan baku domestik menjadi produk bernilai tambah tinggi dan berorientasi ekspor.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, Indonesia memiliki kekayaan komoditas buah tropis yang berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk olahan pangan modern yang memiliki daya saing tinggi di pasar global.
“Indonesia memiliki banyak sekali jenis buah khas negara tropis yang punya nilai jual tinggi di pasar dalam dan luar negeri. Ini saatnya lebih banyak pelaku industri, khususnya IKM di berbagai sentra penghasil buah, untuk mengambil peran dalam mengolah buah unggulan menjadi produk pangan yang lebih beragam, bernilai tambah, dan disukai pasar,” ujarnya.
Menperin mengungkapkan, Indonesia merupakan salah satu negara penghasil buah tropis terbesar di dunia. Berbagai komoditas unggulan seperti pisang, durian, jeruk, mangga, nanas, dan manggis memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk olahan yang mampu meningkatkan nilai ekonomi sekaligus memperluas pasar ekspor nasional.
“Sudah saatnya kita tidak hanya mengekspor buah segar, tetapi juga menikmati nilai tambah dari produk olahan buah tropis khas Indonesia. Pengembangan industri pengolahan buah akan memberikan manfaat yang lebih luas, baik bagi petani maupun pelaku industri pengolahan pangan,” kata Agus.
Ia menambahkan, penguatan hilirisasi industri buah tropis juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, memperluas lapangan kerja, serta meningkatkan kontribusi sektor manufaktur terhadap perekonomian nasional.












