TERASJABAR.ID – Selasa Pagi (19/05/2026), Langit Majalengka terlihat cerah ketika bus-bus penjemput mulai berjejer di halaman kantor kecamatan Jatitujuh. Di dalamnya, 76 jemaah duduk dengan tas kecil di pangkuan dan tasbih yang tak lepas dari genggaman. Mereka adalah rombongan terakhir asal kabupaten Majalengka yang akan berangkat ke Tanah Suci tahun ini.
Asal mereka berbeda. Ada yang datang dari Kecamatan Ligung, ada pula dari Jatitujuh. 9 orang di antaranya berangkat mandiri, bergabung di detik-detik terakhir. Tapi di ruang tunggu itu, semua perbedaan mencair, yang tersisa hanya satu tujuan: memenuhi panggilan Allah.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Majalengka, H. Abu Mansyur, memastikan keberangkatan kloter terakhir jemaah haji asal Majalengka berjalan lancar. “Ini merupakan rombongan terakhir jemaah haji asal Majalengka yang diberangkatkan ke Tanah Suci, semuanya berjumlah 76 orang. Terdiri dari jemaah asal Kecamatan Ligung, Kecamatan Jatitujuh, dan sembilan orang jemaah mandiri,” ujar Abu Mansyur.
Ia menjelaskan, hingga saat ini kondisi seluruh jemaah haji asal Majalengka yang sudah berada di Arab Saudi dilaporkan dalam keadaan baik dan sehat.
“Alhamdulillah, dari laporan semuanya baik-baik saja,” katanya.
Meski demikian, Abu Mansyur mengingatkan seluruh jemaah agar tetap disiplin menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah haji, terutama menghadapi cuaca panas ekstrem di Tanah Suci.
Menurutnya, ancaman heatstroke atau serangan panas menjadi hal yang harus diantisipasi oleh para jemaah, khususnya saat menjalani aktivitas di luar ruangan dengan suhu tinggi.
“Tentu yang pertama adalah disiplin makan, istirahat, dan menjaga kesehatan. Terutama antisipasi heatstroke karena musim panas cukup ekstrem,” ungkapnya.
Ia juga mengimbau para jemaah untuk memperbanyak konsumsi air putih agar kondisi tubuh tetap terjaga dan tidak mengalami dehidrasi.
“Diharapkan jemaah banyak minum air putih agar kondisi tubuh tetap fit selama menjalankan rangkaian ibadah haji,” tambahnya.
Pihak Kemenhaj Majalengka terus melakukan pemantauan terhadap kondisi jemaah melalui petugas haji dan laporan dari Tanah Suci. Hingga saat ini belum ada laporan gangguan kesehatan serius yang dialami jemaah asal Majalengka.
“Untuk kondisi keseluruhan jemaah haji kita di sana, Alhamdulillah sampai hari ini laporan semuanya baik,” pungkas Abu Mansyur.
Usai acara pelepasan, Bus perlahan meninggalkan halaman kecamatan. Di dalam, doa-doa mulai dilantunkan pelan. Tujuh puluh enam orang, tujuh puluh enam cerita, kini berjalan bersama menuju satu titik yang sama—Arafah, Muzdalifah, Mina, dan Ka’bah yang menjadi kiblat rindu.
Di Majalengka, keluarga yang ditinggal menatap kepergian mereka dari kejauhan. Mereka tahu, perjalanan ini berat. Tapi mereka juga tahu, inilah panggilan yang sudah lama ditunggu.(*)















