TERASJABAR.ID – Menjelang Hari Raya Idul Adha, berkah melimpah mulai dirasakan oleh para peternak hewan kurban. Fenomena ini salah satunya dialami oleh IPDA Endri Wibowo, seorang anggota Satlantas Polres Majalengka. Di tengah kesibukannya menjaga ketertiban lalu lintas, ia sukses mengembangkan lini usaha peternakan domba jantan.
Menjelang musim kurban tahun ini, peternakan miliknya langsung kebanjiran pesanan dari masyarakat. Dari total 36 ekor domba jantan siap kurban yang ia sediakan, sebanyak 14 ekor di antaranya sudah habis dipesan oleh para pembeli jauh-jauh hari.
Usaha yang awalnya dirintis dari sekadar coba-coba ini kini menjelma menjadi sumber penghasilan tambahan yang sangat menjanjikan. Melalui momentum penjualan domba kurban kali ini, IPDA Endri mengaku mampu meraup keuntungan bersih hingga mencapai lebih dari Rp50 juta.
Perjalanan Merintis Usaha
IPDA Endri menceritakan bahwa bisnis sampingannya ini dimulai pada tahun 2011 silam. Pada masa awal, ia hanya membeli lima ekor domba jantan dan betina untuk dipelihara sembari mempelajari teknik peternakan secara mandiri.
“Awalnya hanya belajar dan mencoba memelihara domba. Dari lima ekor kemudian berkembang biak hingga jumlahnya terus bertambah,” ujar IPDA Endri saat ditemui di lokasi peternakannya, pada Jumat pagi (15/05/2026)
Langkah kakinya tidak selalu mulus. Akibat tuntutan dan kesibukan tugas sebagai abdi negara di kepolisian, usaha ini sempat vakum total selama dua tahun.
Namun, panggilan jiwanya di dunia peternakan membuat Endri kembali bangkit pada tahun 2014 untuk melanjutkan usahanya hingga berkembang pesat seperti saat ini.
Kini, total populasi domba di peternakannya telah mencapai sekitar 50 ekor, mencakup domba jantan dan betina. Khusus untuk pemenuhan Idul Adha, ia menyortir 36 ekor domba jantan berkualitas siap pasar.
Setiap ekor domba dibanderol dengan harga kompetitif antara Rp3,5 juta hingga Rp4,5 juta, tergantung dari ukuran serta bobot hidup hewan tersebut.
Menurut pantauannya, tren permintaan hewan kurban tahun ini mengalami lonjakan dibanding tahun lalu.
Konsumen saat ini cenderung memburu domba dengan ukuran sedang namun sehat, karena harganya jauh lebih ramah di kantong.
Meski demikian, Endri tidak menampik adanya hambatan operasional, khususnya ketika cuaca buruk melanda.
“Kendala utama kami ada saat musim hujan, di mana pasokan rumput segar untuk pakan ternak menjadi sangat sulit dicari,” tambahnya.
Respon Positif dari Konsumen
Kualitas domba di peternakan IPDA Endri diakui langsung oleh para pelanggan.
Silda Saputra, salah seorang pembeli asal Kecamatan Maja, mengaku sengaja datang langsung ke lokasi karena reputasi kesehatan hewan ternak milik sang polisi.
“Saya beli dua ekor untuk kurban tahun ini. Selain kondisi dombanya terjamin sehat, harga yang ditawarkan di sini jauh lebih terjangkau dibandingkan harga yang ada di pasar umum,” ungkap Silda, yang rutin berkurban domba setiap tahun.
Walaupun IPDA Endri Wibowo sukses dalam beternak namun ia tak lupa akan tugas utamanya sebagai anggota kepolisian.
Ia menegaskan komitmennya bahwa profesi sebagai anggota Polri tetap menjadi prioritas paling utama yang tidak bisa diganggu gugat.
Baginya, peternakan ini adalah bentuk kegiatan positif dan produktif di luar jam dinas yang terbukti mampu membawa dampak ekonomi yang baik bagi keluarga dan masyarakat sekitar. (*)
















