TERASJABAR.ID – Iran mengumumkan pembentukan badan baru yang akan mengawasi aktivitas di Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang menjadi salah satu rute utama distribusi minyak dunia.
Kebijakan tersebut diumumkan oleh Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Asia Barat.
Lembaga baru itu diberi nama Otoritas Selat Teluk Persia atau Persian Gulf Strait Authority (PGSA).
Berdasarkan pernyataan resmi yang dibagikan melalui media sosial, badan tersebut akan bertugas memantau lalu lintas maritim serta menyediakan pembaruan informasi secara langsung terkait aktivitas kapal di Selat Hormuz.
Langkah Iran ini muncul ketika situasi regional semakin memanas akibat ketegangan berkepanjangan yang melibatkan Israel, kelompok-kelompok yang berafiliasi dengan Teheran, serta sejumlah kekuatan regional lainnya.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran internasional terhadap kemungkinan meluasnya konflik di kawasan.
Dengan peran strategis Selat Hormuz sebagai jalur pengiriman energi global, pembentukan PGSA memunculkan perhatian besar dari pasar internasional dan negara-negara pengimpor minyak.
Iran memberi sinyal bahwa otoritas baru itu nantinya akan memiliki kewenangan dalam mengatur lalu lintas kapal di wilayah tersebut.
Sementara itu, laporan dari kawasan menunjukkan aktivitas militer lintas perbatasan masih terus berlangsung, termasuk yang melibatkan Hizbullah dan pihak-pihak yang terkait dengan Iran.
Meski demikian, pemerintah Iran belum menjelaskan secara rinci mekanisme operasional maupun aturan teknis yang akan diterapkan oleh badan baru tersebut dalam mengelola lalu lintas maritim di Selat Hormuz.-***















