TERASJABAR.ID – Seluruh jemaah haji Indonesia mulai memadati padang Arafah hari Selasa (26/5/2026) ini atau 9 Dzulhijah 1447 Hijriah. Suasana haru pun menyelimuti kedatangan jemaah haji Indonesia untuk mengikuti prosesi wukuf. Sejumlah jemaah tak kuasa menahan air mata setelah akhirnya tiba di lokasi puncak ibadah haji yang selama puluhan tahun mereka dambakan.
Jemaah haji lanjut usia asal Kuningn Jawa Barat Nyai Ratna (74), menuturkan, serasa mimpi berada di padang Arafah bersama ratusan ribu jemaah. “Tak terasa air mata pun mengalir membasahi kain mukena,” tutur Nyi Ratna yang tergabung dalam kloter 08 saat dihubungi via selulernya.
Sementara Siti Rochani (62), jemaah asal Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, juga terharu dan air mata tumpah saat berada di Arafah bersama rombongan kelompok terbang 18 Embarkasi Banjarmasin (BDJ).
Siti tiba di Arafah sekitar pukul 08.00 WIB setelah menempuh perjalanan dari Makkah menggunakan bus bersama rombongannya. “Jika bukan karena pertolongan Allah, saya tidak mungkin berada di sini,” kata Siti.
Ia mengaku sudah menangis sejak dalam perjalanan menuju Arafah. Penantian panjang selama 14 tahun untuk bisa menunaikan ibadah haji membuat dirinya diliputi rasa syukur yang mendalam. “Perjuangan menunggu sudah 14 tahun,” katanya sambil mengusap air mata.
Siti menceritakan kondisi kesehatannya yang tidak lagi prima. Ia mengalami gangguan motorik dan kesulitan menggerakkan lutut secara normal. Namun, keterbatasan fisik itu tidak menghalanginya memenuhi panggilan berhaji.
“Lutut ini sakit. Ibu sakit-sakitan di usia ini. Namun takdir Allah membuat ibu mampu untuk ke sini. Bersyukur tak bisa diungkapkan dengan kata-kata,” katanya.
Suasana serupa juga dirasakan Samilah Laskar Abdullah (62), jemaah asal Tanah Bumbu lainnya. Ia menangis haru sesaat setelah tiba di Arafah. “Ya Allah Ya Rasulullah, hamba dari Tanah Bumbu akhirnya tiba di sini, Alhamdulillah,” kata dia.
Samilah mengatakan dirinya kini mempersiapkan fisik dan mental untuk menjalani wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijah 1447 Hijriah. Ia juga telah menyiapkan doa-doa yang akan dipanjatkan di tempat yang diyakini mustajab tersebut. “Doa untuk orangtua, anak, semua jemaah haji Indonesia,” kata dia.*
















