TERASJABAR.ID – Suasana berbeda tampak di Masjidil Haram, Selasa (26/5/2026). Kawasan yang biasanya dipenuhi lautan manusia dari berbagai negara itu terlihat jauh lebih lengang seiring pergerakan hampir dua juta jemaah haji menuju Padang Arafah untuk melaksanakan wukuf, puncak ibadah haji pada 9 Zulhijah.
Sejak Senin (25/5) siang, jemaah dari berbagai negara mulai dimobilisasi dari Makkah menuju Arafah. Jemaah asal Indonesia, Turki, hingga Iran bergerak secara bertahap menuju lokasi wukuf yang berjarak sekitar 22 kilometer dari Masjidil Haram.
Sebagian jemaah lainnya berangkat dari Mina setelah menjalani ibadah Hari Tarwiyah pada 8 Zulhijah. Demikian kabar yang dilansir Hajinews.com.
Pantauan tayangan langsung dari Masjidil Haram pukul 08.20 waktu Arab Saudi (WAS) atau 12.20 WIB memperlihatkan aktivitas tawaf tetap berlangsung, meski jumlah jemaah jauh berkurang dibanding hari-hari biasa. Kaum pria tampak tidak mengenakan pakaian ihram, sementara mayoritas perempuan mengenakan abaya hitam.
Di area masjid terlihat petugas kebersihan, petugas keamanan, dan petugas kesehatan yang tetap bersiaga melayani pengunjung.
Suasana lengang sebenarnya mulai terasa sejak malam 8 Zulhijah ketika jemaah haji bergerak bergelombang menuju lokasi-lokasi suci di luar Makkah.
Menurut tradisi setempat, semakin siang jumlah perempuan di Masjidil Haram justru semakin banyak. Mereka umumnya merupakan warga perempuan asal Makkah dan sekitarnya yang memanfaatkan momen Hari Arafah untuk beribadah dengan lebih leluasa.
Mereka sengaja datang beramai-ramai ke Masjidil Haram ketika jutaan jemaah haji terpusat di Arafah sehingga kawasan masjid menjadi lebih longgar dibanding biasanya.
Tradisi perempuan lokal memadati Masjidil Haram saat Hari Arafah telah berlangsung sejak lama. Tradisi tersebut dikenal dengan sebutan Yawn Khullaif atau Hari Lowong/Kosong. Sebagian masyarakat juga menyebutnya sebagai Hari Wanita.
Pada momen itu, kaum perempuan dapat menikmati suasana Ka’bah dan Masjidil Haram dengan lebih nyaman bersama keluarga maupun kerabat tanpa kepadatan seperti hari-hari sebelumnya.
Mereka bisa menyentuh dan memeluk Ka’bah, mencium Hajar Aswad, dan salat di Hijir Ismail dengan lebih leluasa.
Masjidil Haram diperkirakan kembali dipadati jemaah setelah prosesi wukuf dan mabit di Muzdalifah selesai. Jemaah haji dijadwalkan kembali ke Makkah untuk melaksanakan tawaf Ifadah mulai Rabu (28/5) dini hari.














