TERASJABAR.ID – Seorang jemaah haji Indonesia dilaporkan hilang di Makkah sejak pertengahan Mei 2026. Pihak Kementerian Haji dan Umrah terus melakukan proses pencarian terhadap Muhammad Firdaus Ahlan yang hilang tersebut. Berbagai upaya dilakukan, mulai dari penyisiran lokasi hingga koordinasi dengan aparat keamanan Arab Saudi.
Menurut informasi, Muhammad Firdaus Ahlan pada 15 Mei 2026 lalu tidak diketahui keberadaannya usai keluar dari hotel di Makkah. Pria tersebut dilaporkan terakhir keluar dari hotel tanpa membawa identitas, mengenakan pakaian putih dan bersarung, kata juru bicara Kemenhaj Ichsan Marsha, dalam siaran Persnya Sabtu (23/5/2026).
Ichsan mengatakan, Firdaus tergabung dalam Kloter JKG 27, rombongan 1 dari KBIH Imam Bonjol. Kemenhaj menyampaikan keprihatinan atas peristiwa tersebut. Adapun sejak laporan diterima, Ichsan melanjutkan, tim Kemenhaj langsung melakukan pencarian menyeluruh. Pencarian masih dilakukan hingga saat ini.
“Adapun ciri-ciri jamaah yang saat ini masih dilakukan pencarian dengan pakaian terakhir kaus putih dan sarung,” kata Ichsan.
Berdasarkan laporan yang diterima, Firdaus keluar dari hotel pada 15 Mei 2026. Kemenhaj menerima laporan resmi dari aplikasi Kawal Haji pada 16 Mei 2026.
“Saat ini langkah yang telah dan sedang terus kami lakukan mulai dari kumpulkan rekaman CCTV maupun informasi dari jemaah lain yang mungkin melihat keberadaan beliau,” kata Ichsan.
Selain itu, CCTV hotel menunjukkan bahwa Firdaus keluar pada sekitar pukul sembilan pagi. Saat itu suasana hotel sepi karena jamaah tengah bersiap untuk melakukan sholat Jumat.
Ichsan menegaskan, Kemenhaj telah membentuk tim pencarian. Tim pertama bertugas menyisir satu tempat ke tempat lain, termasuk hotel-hotel yang berada di Makkah.
Selain itu, tim tersebut melakukan pencarian di sekitar Masjidil Haram. Tim kedua diterjunkan untuk menyisir jalan demi jalan di sekitar Makkah. Sementara, tim perlindungan jamaah (Linjam) dari Madinah juga dikerahkan untuk mencari Firdaus.
“Pencarian dilakukan ke rumah sakit-rumah sakit yang ada di Makkah dan yang ada di luar kota Makkah,” kata Ichsan.
Koordinasi intensif juga dilakukan dengan Kepolisian dari Arab Saudi. Kemenhaj juga memberikan pendampingan penuh kepada istri Firdaus yang saat ini berada di Makkah. Firdaus berangkat haji berdua bersama istrinya tersebut.
Ichsan mengimbau kepada jamaah Indonesia di Makkah yang mengetahui keberadaan Firdaus untuk segera melaporkannya ke petugas. Selain itu, jamaah diimbau untuk tidak pergi sendirian saat keluar dari hotel.

















