TERASJABAR.ID – Operasional penerbangan haji Embarkasi Kertajati di Bandara Internasional Jawa Barat BIJB Kertajati berjalan lancar tanpa kendala berarti. Hingga Rabu (20/05/206) sebanyak 40 kloter jemaah haji telah diberangkatkan dengan tingkat ketepatan waktu atau on-time performance mencapai 100 persen.
Executive General Manager Angkasa Pura II BIJB Kertajati Nuril Huda mengatakan seluruh proses keberangkatan jemaah berlangsung aman dan tanpa keterlambatan penerbangan.
“Alhamdulillah sampai hari ini sudah 40 kloter yang berangkat dari Bandara Kertajati dan semuanya berjalan baik dan lancar. Untuk on-time performance juga 100 persen, artinya selama 40 penerbangan ini tidak ada delay sama sekali,” jelas Nuril.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan kesiapan Bandara Kertajati dalam melayani operasional penerbangan haji, termasuk saat melayani beberapa kloter dalam waktu bersamaan.
Hari ini, BIJB Kertajati memberangkatkan kloter terakhir yang terbang dari bandara BIJB. Seluruh proses keberangkatan disebut berjalan lancar.
“Hari ini adalah penerbangan terakhir dan semuanya berjalan baik. Ini membuktikan Bandara Kertajati mampu melayani tiga penerbangan secara bersama-sama,” ujarnya.
Penerbangan terakhir atau Kloter 40 dijadwalkan berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB. Kloter tersebut merupakan kloter gabungan yang berisi jemaah dari berbagai daerah.
Nuril menjelaskan, kloter terakhir biasanya dihuni jemaah yang sebelumnya sempat tertunda keberangkatannya karena alasan tertentu, seperti sakit atau kendala administrasi.
“Hari ini adalah flight terakhir dari Bandara Kertajati. Itu kloter campuran, karena biasanya kloter terakhir adalah kloter ‘sapu jagat’. Ada jemaah yang sebelumnya gagal terbang karena sakit ataupun alasan lain, kemudian diterbangkan besok,” jelasnya.
Dengan berakhirnya Kloter 40, rangkaian keberangkatan jemaah haji Embarkasi Kertajati tahun 2026 resmi selesai. Di sinilah letak ceritanya: bukan hanya soal ketepatan waktu, tapi soal ribuan hati yang akhirnya sampai pada waktunya untuk menjadi Tamu Allah di Tanah Suci. (*)
















