TERASJABAR.ID – Iran mengusulkan pembukaan kembali Selat Hormuz serta penghentian konflik yang tengah berlangsung, dengan pembahasan isu nuklir ditunda ke tahap berikutnya.
Proposal ini, menurut laporan media, disampaikan kepada Amerika Serikat melalui sejumlah mediator, termasuk Pakistan, di tengah kebuntuan diplomatik terkait program pengayaan uranium.
Rencana tersebut disebut bertujuan membuka jalan bagi tercapainya kesepakatan, terutama dalam memulihkan jalur pelayaran internasional yang terdampak konflik.
Dalam usulannya, Iran juga menawarkan perpanjangan gencatan senjata, baik untuk jangka panjang maupun permanen, dengan syarat diskusi soal nuklir baru dilakukan setelah blokade dicabut dan Selat Hormuz kembali beroperasi normal.
Seorang pejabat AS mengungkapkan bahwa Gedung Putih telah menerima proposal tersebut, namun belum memberikan sinyal apakah akan menindaklanjutinya.
Donald Trump sendiri dijadwalkan menggelar rapat bersama pejabat keamanan guna menentukan langkah berikutnya.
Ia menegaskan tetap ingin mempertahankan blokade laut sebagai bentuk tekanan terhadap Teheran.
Sementara itu, upaya diplomasi terus berjalan. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melakukan kunjungan ke Islamabad dan Muscat, sebelum melanjutkan perjalanan ke St. Petersburg untuk bertemu Vladimir Putin.
Meski gencatan senjata sempat diperpanjang, sejumlah isu utama seperti blokade pelabuhan, pengayaan uranium, dan keamanan Selat Hormuz masih menjadi penghalang dalam negosiasi kedua negara.-***
















