TERASJABAR.ID – Pemerintah kabupaten Garut gencar lakukan pendataan jumlah peserta didik sebagai upaya menekan angka putus sekolah. Namun cukup mencengangkan di lapangan ditemukan masih ada yang tidak pernah sekolah sama sekali.
Menurut keterangan kepala Dinas Pendidikan kabupaten Garut Asep Wawan Budiman, angka yang tidak pernah sekolah sama sekali mencapai jumlah 19 ribu orang.
“Kalau dilihat dari data yang ada yang belum pernah bersekolah 19 ribu. Namun datanya perlu validasi, dan ini belum tervalidasi, masih data dari pusdatin. Kita belum validasi yang belum pernah bersekolah,” kata Asep, Senin (27/04/2026).
“Sementara ini yang sudah tervalidasi dari yang drop out (DO), ada 21 ribu yang DO,” tambahnya.
Adapun jenjang pendidikan yang drop out itu dari tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). “Yang DO ini dari SD SMP, ada yang lulus tidak melanjutkan dari SD ke SMP dari SMP ke SMA dengan bermacam macam alasan dan mencapai sejumlah 21 ribu orang,” jelasnya.
Untuk menekan angka putus sekolah, Asep menyatakan, telah menyediakan anggaran di tahun 2026 untuk membantu mengentaskan persoalan ini. “Kita sudah menyediakan anggaran untuk 2026. Berdasarkan hasil validasi ada beberapa yang memang alasannya tidak ada biaya sebanyak 700 orang, kemudian sekolah jauh dari rumah sebanyak 600 orang,” ucapnya.
Keberadaan Sekolah Rakyat berperan penting sekali untuk membantu anak putus sekolah dengan ketentuan berdasarkan jenjang prasejahtera atau desil, dan tentunya dibawah pengelolaan Dinas Sosial.*















