TERASJABAR.ID – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, meninggalkan Pakistan pada Sabtu malam, 25 April 2026.
Araghchi diantar ke bandara usai pertemuan dengan Kepala Angkatan Darat Pakistan, Asim Munir, serta Perdana Menteri Shehbaz Sharif.
Dalam pertemuan itu, ia menegaskan “garis merah” Iran dalam negosiasi dan menyatakan Teheran akan terus terlibat dalam upaya mediasi Pakistan hingga tercapai hasil.
Belum ada kepastian kapan utusan Presiden AS Donald Trump, –Steve Witkoff dan Jared Kushner– tiba di Islamabad. Pihak Gedung Putih pun enggan memberikan komentar.
Meski gencatan senjata tanpa batas waktu telah meredakan sebagian besar pertempuran, dampak ekonomi terus terasa.
Gangguan distribusi minyak, LNG, pupuk, dan komoditas lain terjadi akibat hampir tertutupnya Selat Hormuz.
Pejabat Iran juga meragukan komitmen AS, mengingat perundingan nuklir sebelumnya berujung pada serangan dari AS dan Israel.
Pakistan sendiri terus berupaya mempertemukan kedua pihak, terutama setelah Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata demi memberi ruang diplomasi.
Gedung Putih sebelumnya menyebut Witkoff dan Kushner akan bertemu Araghchi, namun Iran menegaskan bahwa pembicaraan hanya akan berlangsung secara tidak langsung melalui perantara Pakistan.
Putaran awal dialog di Pakistan, yang dipimpin Wakil Presiden AS JD Vance, berlangsung lebih dari 20 jam dan menjadi kontak langsung tingkat tertinggi sejak Revolusi Islam Iran 1979.
Sementara itu, pembicaraan sebelumnya di Jenewa pada 27 Februari berakhir tanpa kesepakatan, dan sehari kemudian konflik bersenjata pecah antara Iran dengan Israel dan AS.
Sementara itu, harga minyak mentah Brent masih melonjak hampir 50% sejak perang dimulai, dipicu ketegangan di Selat Hormuz yang menjadi jalur sekitar seperlima pasokan minyak dunia.
Dalam perkembangan lain, Iran menyerang tiga kapal pekan ini, sementara AS mempertahankan blokade pelabuhan Iran.
Trump bahkan memerintahkan militer untuk menindak tegas kapal kecil yang dicurigai memasang ranjau.
Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius, menyatakan negaranya akan mengirim kapal penyapu ranjau ke kawasan tersebut pascakonflik.
Gangguan pelayaran di Hormuz juga berdampak hingga jalur global lain seperti Terusan Panama.
Di sisi lain, Iran mulai kembali membuka penerbangan internasional dari Teheran ke sejumlah kota seperti Istanbul, Muscat, dan Madinah, setelah sebelumnya wilayah udara ditutup akibat perang.
Sejak konflik dimulai, ribuan korban jiwa jatuh: lebih dari 3.300 di Iran, sekitar 2.490 di Lebanon akibat eskalasi dengan Hizbullah, serta puluhan korban di Israel dan kawasan Teluk.
Sejumlah tentara Israel dan personel militer AS juga dilaporkan tewas.
Trump juga mengumumkan bahwa Israel dan Lebanon sepakat memperpanjang gencatan senjata selama tiga minggu, meski Hizbullah tidak terlibat dalam proses diplomasi tersebut.-***












