TERASJABAR.ID – Iran kembali memberlakukan pembatasan di Selat Hormuz setelah sebelumnya sempat dibuka.
Langkah ini diambil menyusul sikap Amerika Serikat yang menegaskan tidak akan menghentikan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Otoritas maritim Inggris melaporkan adanya insiden penembakan oleh kapal Korps Garda Revolusi Islam terhadap sebuah kapal tanker yang melintas di kawasan tersebut.
Selain itu, sebuah kapal berbendera India yang mengangkut minyak mentah juga dilaporkan diserang saat berada di jalur perairan yang sama.
Komando militer Iran menyatakan bahwa Selat Hormuz kini kembali berada dalam pengawasan ketat angkatan bersenjata.
Pemerintah Iran menegaskan pembatasan akan tetap diberlakukan jika Washington tidak menjamin kebebasan navigasi bagi kapal-kapal yang keluar-masuk wilayah Iran.
Di sisi lain, pembicaraan antara kedua negara masih berlangsung, meski belum mencapai kesepakatan final.
Donald Trump menyebut komunikasi dengan Teheran berjalan positif, namun memperingatkan agar tidak ada tekanan terkait jalur pelayaran strategis tersebut.
Konflik yang telah berlangsung selama beberapa minggu ini turut memicu ketegangan regional dan lonjakan harga energi global.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen distribusi minyak dan gas dunia, sehingga setiap gangguan di kawasan ini berdampak luas terhadap perekonomian internasional.-***













