TERASJABAR.ID – Amerika Serikat kembali meningkatkan tekanan terhadap Iran dengan memberlakukan sanksi baru yang menyasar sektor minyak negara tersebut.
Langkah ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan, terutama terkait aktivitas maritim Iran yang dinilai mengganggu stabilitas kawasan.
Departemen Keuangan AS mengumumkan bahwa sanksi terbaru menargetkan jaringan transportasi minyak Iran, termasuk lebih dari dua lusin individu, perusahaan, dan kapal yang terlibat dalam operasi pengiriman minyak.
Jaringan ini disebut terkait dengan pengusaha pelayaran minyak Mohammad Hossein Shamkhani, yang dianggap memiliki peran penting dalam distribusi minyak Iran ke pasar internasional.
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi “tekanan ekonomi” untuk melemahkan elit yang dinilai mengambil keuntungan di tengah kondisi rakyat Iran.
Ia menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan membatasi sumber pendapatan Iran, khususnya dari sektor energi.
Shamkhani sendiri merupakan putra dari Ali Shamkhani, mantan pejabat keamanan Iran yang pernah menjadi penasihat pemimpin tertinggi Ali Khamenei.
Keduanya dilaporkan meninggal dunia pada awal konflik yang dipicu oleh serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran.
Selain itu, pemerintah AS juga menegaskan tidak akan memperpanjang pengecualian sanksi sementara yang sebelumnya memungkinkan penjualan minyak Iran yang sudah berada di laut.
Kebijakan ini diharapkan dapat semakin menekan kemampuan Iran dalam mempertahankan ekspor minyaknya di tengah situasi yang kian memanas.-***
















