TERASJABAR.ID – Hormon stres adalah sekelompok hormon dalam tubuh yang berfungsi membantu seseorang menghadapi tekanan atau situasi menantang.
Hormon ini bekerja dengan mengirimkan sinyal ke otak agar tubuh tetap siaga, meningkatkan energi, serta siap merespons kondisi tertentu, baik secara fisik maupun emosional.
Dalam jumlah normal, hormon stres membantu menjaga fokus dan kewaspadaan.
Namun, jika kadarnya meningkat dan berlangsung lama, kondisi ini dapat memicu gangguan kesehatan, mulai dari masalah mental hingga fisik seperti tekanan darah tinggi, gangguan metabolisme, bahkan meningkatkan risiko penyakit serius.
Beberapa jenis hormon stres memiliki peran berbeda.
Kortisol dikenal sebagai hormon utama yang meningkatkan energi dan kadar gula darah saat stres, tetapi jika berlebihan dapat mengganggu tidur dan daya tahan tubuh.
Adrenalin memicu respons cepat saat menghadapi bahaya, sementara norepinefrin membantu meningkatkan fokus dan kesiapsiagaan.
Prolaktin juga dapat meningkat saat stres dan memengaruhi suasana hati, sedangkan hormon tiroid ikut terpengaruh dalam kondisi stres berkepanjangan.
Jika hormon stres tidak seimbang, tubuh bisa menunjukkan gejala seperti mudah lelah, sulit tidur, gangguan pencernaan, hingga perubahan emosi.
Dalam jangka panjang, kondisi ini berisiko memicu penyakit kronis.
Untuk menjaga keseimbangannya, penting menerapkan gaya hidup sehat, seperti tidur cukup, rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, serta melakukan aktivitas yang menenangkan.
Jika keluhan berlanjut, konsultasi dengan tenaga medis sangat dianjurkan.-***
















