TERASJABAR.ID – Iran sedang meninjau ulang usulan kesepakatan dengan Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik. Demikian laporan kantor berita Mehr pada Selasa.
Lebih dari tiga bulan sejak serangan AS dan Israel terhadap Iran, konflik masih berada dalam kebuntuan.
Perundingan tidak langsung untuk mencapai kesepakatan sementara juga belum membuahkan hasil, sementara Selat Hormuz dilaporkan masih sebagian besar tertutup.
Sumber yang dikutip Mehr menyebut Iran belum memberikan tanggapan atas draf akhir kesepakatan dan bersikap hati-hati karena ketidakpercayaan terhadap AS.
Kantor berita Fars juga melaporkan bahwa komunikasi terkait kesepakatan telah terhenti dalam beberapa hari terakhir.
Trump di sisi lain menyatakan bahwa pembicaraan tetap berlanjut dan optimistis kesepakatan dapat tercapai dalam waktu dekat, termasuk perpanjangan gencatan senjata dan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Ia sebelumnya beberapa kali mengklaim kesepakatan damai hampir tercapai.
Sementara itu, gencatan senjata yang rapuh masih berlangsung sejak awal April meski terjadi serangan terbatas antara pihak-pihak terkait.
Ketegangan ini juga berdampak pada harga minyak dunia yang sempat turun, meski ada peringatan tentang potensi penurunan cadangan energi global.
Perang yang meluas telah menimbulkan korban jiwa besar dan krisis ekonomi global, terutama karena gangguan di Selat Hormuz yang menjadi jalur penting energi dunia.
Konflik juga memperburuk situasi di Lebanon. Sangan Israel dan balasan Hizbullah yang terus berlanjut telah menimbulkan korban sipil dan gelombang pengungsian.-***
















