TERASJABAR.ID – Militer Kuwait melaporkan sedikitnya satu orang tewas dan puluhan lainnya terluka setelah serangan Iran menghantam terminal Bandara Internasional Kuwait.
Insiden ini menjadi serangan mematikan pertama di kawasan Teluk sejak gencatan senjata pada 8 April diberlakukan.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah kedua negara saling melancarkan serangan rudal dan drone.
Meski demikian, Presiden AS Donald Trump menyatakan pembicaraan dengan Teheran masih berlangsung dan menegaskan tidak ingin memperluas konflik.
Sebaliknya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuduh Iran telah “bermain api” dan memperingatkan bahwa AS dapat kembali melancarkan operasi militer besar jika diplomasi gagal.
Ia juga mengkritik sejumlah pemimpin Eropa yang menentang operasi militer Israel.
Eskalasi terbaru bermula ketika militer AS melumpuhkan kapal tanker yang diduga menuju Iran di dekat Selat Hormuz.
Sebagai balasan, Iran dituduh menyerang fasilitas di Kuwait dan mengklaim telah menargetkan kepentingan militer AS di kawasan Teluk.
Pemerintah Kuwait mengecam serangan tersebut dan mengambil langkah diplomatik dengan memanggil perwakilan Iran serta mengurangi jumlah staf Kedutaan Besar Iran di negara itu.
Sementara itu, Iran mengancam akan membalas setiap serangan baru dari AS dengan gelombang rudal dan drone.
Di tengah ketegangan, Washington masih berharap negosiasi terkait program nuklir Iran dapat menghasilkan kesepakatan baru.-***
















